Aceh Jangan Sampai Tertipu Lagi: Janji Politik Ketum Parnas Soal Blok Andaman Harus Dibuktikan 

Banda Aceh, Infoaceh.net – Masyarakat dan Pemerintah Aceh diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi politik yang dibawa pejabat pemerintah pusat, terutama jika berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam Aceh.

Kehadiran salah seorang Ketua Umum partai politik nasional (Parnas) ke Aceh untuk melantik pengurus partainya pada Sabtu (11/7/2026) merupakan urusan internal partai yang tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh masyarakat Aceh.

“Biarkan saja itu menjadi urusan partainya. Aceh tidak perlu terlalu fokus memberikan perhatian terhadap agenda politik tersebut,” ujar pengamat ekonomi dan akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr Taufik A. Rahim SE MSi, Ahad (12/7).

Namun, kata Taufik, situasinya menjadi berbeda ketika yang bersangkutan juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terlebih jika mulai berbicara mengenai pengelolaan Gas Blok Andaman maupun sumber daya alam Aceh lainnya.

Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Aceh merupakan aset strategis yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Aceh, bukan sekadar menjadi sumber bahan baku yang dinikmati pihak luar.

“Sebagai Menteri ESDM tentu memiliki kewenangan sesuai aturan. Namun jangan sampai kewenangan itu dipersepsikan sebagai ruang untuk terlalu jauh mencampuri kepentingan Aceh, apalagi menyangkut pengelolaan sumber daya alam yang selama ini menjadi harapan masyarakat,” katanya.

Taufik menilai sejarah telah menunjukkan bahwa Aceh berkali-kali mengalami eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat ekonomi yang sebanding.

Menurutnya, praktik pembangunan yang terlalu sentralistis telah menyebabkan kekayaan Aceh lebih banyak mengalir ke pemerintah pusat dibandingkan kembali kepada masyarakat di daerah.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpesona oleh demonstrasi kekuasaan politik maupun janji-janji pembangunan yang belum tentu diwujudkan dalam kebijakan nyata.

“Aceh sudah memiliki pengalaman panjang. Jangan sampai hanya menjadi daerah penghasil, sementara nilai tambah, industri hilir, lapangan kerja, dan manfaat ekonominya justru dinikmati di luar Aceh,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar setiap rencana eksplorasi maupun eksploitasi Gas Blok Andaman dilakukan secara transparan serta mengutamakan kepentingan masyarakat Aceh.

Menurutnya, hilirisasi industri migas harus dibangun di Aceh sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, dan penciptaan lapangan kerja.

Di akhir pernyataannya, Taufik kembali mengingatkan agar masyarakat Aceh tetap bersikap terbuka terhadap siapa pun yang datang sebagai tamu, tetapi tetap kritis dalam menjaga kepentingan daerah.

“Aceh adalah bangsa yang beradab, menghormati setiap tamu yang datang. Namun penghormatan itu tidak boleh dimaknai sebagai kesempatan untuk menguasai atau memanfaatkan kekayaan Aceh tanpa memberikan manfaat yang adil bagi rakyat Aceh.

Sudah saatnya Aceh belajar dari pengalaman masa lalu dan tidak mudah tertipu lagi oleh janji-janji politik yang tidak berpihak kepada kepentingan daerah,” pungkasnya.