Ribuan Warga Padati CFD Banda Aceh, Nobar Piala Dunia Jadi Magnet Baru Penggerak UMKM

Banda Aceh, Infoaceh.net – Car Free Day (CFD) di Jalan Tgk H. Daud Beureueh, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026), menghadirkan wajah baru ruang publik ibu kota. Tak hanya dipenuhi warga yang berolahraga, kawasan tersebut juga berubah menjadi pusat interaksi masyarakat melalui nonton bareng (nobar) Piala Dunia, bazar UMKM, hingga beragam aktivitas hiburan keluarga.
Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi CFD. Selain memanfaatkan jalan bebas kendaraan untuk berolahraga, pengunjung juga berburu kuliner lokal, mengunjungi stan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menikmati siaran langsung pertandingan Piala Dunia yang dipusatkan di halaman Bank Syariah Nasional (BSN).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh bersama TVRI Aceh, Bank Syariah Nasional (BSN), serta ADABI Indonesia yang turut mendukung pelaksanaan acara.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan Kepala TVRI Aceh untuk menyapa masyarakat. Di tengah keramaian, Illiza terlihat berbaur dengan warga, berdialog dengan keluarga yang hadir, menyapa anak-anak, hingga membagikan makanan ringan kepada peserta nobar.
Suasana semakin hidup saat jeda pertandingan. Wali kota menggelar kuis interaktif yang disambut antusias masyarakat. Warga yang berhasil menjawab pertanyaan memperoleh hadiah, sementara sorak sorai peserta menambah semarak suasana CFD.
Menurut Illiza, konsep Car Free Day terus dikembangkan agar tidak hanya menjadi lokasi olahraga, tetapi juga mampu menciptakan ruang sosial yang produktif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“CFD bukan hanya tempat berolahraga. Kita ingin ruang publik ini menjadi tempat masyarakat berkumpul, mempererat silaturahmi, menikmati kegiatan positif, sekaligus memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang,” ujar Illiza.
Ia menilai, semakin banyak aktivitas yang dihadirkan di ruang publik, semakin besar pula peluang masyarakat memanfaatkan fasilitas kota secara positif.
“Kita berharap ruang publik terus hidup dengan kegiatan yang sehat, produktif, dan bermanfaat. Ini bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih kuat, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan lingkungan yang ramah bagi seluruh warga,” katanya.
Illiza juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi pemerintah, media, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan ruang publik yang inklusif.
Ia menambahkan, euforia Piala Dunia dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat selama tetap menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban.
“Kita boleh mendukung tim favorit masing-masing, tetapi yang paling penting adalah bagaimana momentum ini mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menciptakan suasana yang kondusif di Kota Banda Aceh,” tutupnya.