Mahasiswa KKN USK LT-73 Sulap Pojok Baca Jadi Ruang Belajar Favorit Anak-anak Mon Jambee

Bireuen, Infoaceh.net – Pojok baca sederhana di Gampong Mon Jambee, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, kini tak lagi sepi. Hampir setiap sore, tempat itu dipenuhi tawa dan semangat belajar anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan literasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok LT-73.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dibimbing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zulfan para mahasiswa berupaya menanamkan budaya membaca sejak usia dini sekaligus menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak desa.
Kegiatan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca. Mahasiswa menyusun metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan setiap peserta.
Anak-anak yang belum mengenal huruf mendapat pendampingan mengenal alfabet, sementara yang sudah mampu membaca dilatih mengeja, membaca nyaring (read aloud), memahami isi bacaan, hingga belajar menulis sederhana.
Untuk memaksimalkan proses belajar, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi seorang mahasiswa sehingga pembelajaran berlangsung lebih intensif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Ketua Kelompok KKN LT-73 mengatakan kegiatan literasi dilaksanakan hampir setiap hari sebagai upaya membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan.
Selain membaca, mahasiswa juga mengajarkan matematika dasar, mendongeng, permainan edukatif, hingga melibatkan anak-anak menghias pojok baca agar mereka merasa memiliki ruang belajar yang nyaman.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak datang karena merasa senang, bukan karena dipaksa. Harapannya, kebiasaan membaca dan belajar ini tetap berlanjut meski program KKN telah selesai,” ujarnya.
Menurutnya, literasi bukan hanya kemampuan membaca tulisan, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, serta membangun rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga mengajak anak-anak mengikuti senam bersama untuk menanamkan pola hidup sehat sejak dini. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk keseimbangan antara perkembangan intelektual dan kesehatan fisik peserta.
Dosen Pembimbing Lapangan, Zulfan mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam bidang pendidikan,” katanya.
Program KKN Literasi ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Gampong Mon Jambee.
Sinergi antara mahasiswa, aparatur desa, masyarakat, dan lembaga pendidikan diharapkan mampu memperkuat budaya membaca serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa USK Kelompok LT-73 berharap pojok baca yang telah dihidupkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang belajar bersama.
Mereka optimistis, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini akan melahirkan generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.