Migas Aceh Berhasil Optimalkan Sumur di WK A, Produksi Gas Berpotensi Bertambah 5 MMSCFD

Aktivitas pekerjaan workover Sumur JR-74 di Wilayah Kerja Blok A. Sumur yang sempat tidak berproduksi selama sekitar lima tahun itu diproyeksikan menambah produksi gas hingga 5 MMSCFD setelah seluruh tahapan well test selesai.

Banda Aceh, Infoaceh.net – Setelah lima tahun tidak berproduksi, Sumur JR-74 di Wilayah Kerja (WK) Blok A akhirnya kembali “bernapas”.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan pekerjaan workover pada sumur tersebut telah rampung dan membuka peluang tambahan produksi gas sekitar 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Capaian itu menjadi salah satu langkah penting dalam mengoptimalkan kembali aset migas yang sebelumnya tidak memberikan kontribusi terhadap produksi.

Berdasarkan informasi yang diterima Infoaceh.net, tujuan utama pekerjaan tersebut adalah mengaktifkan kembali Sumur JR-74 yang telah offline sejak sekitar lima tahun terakhir.

Pekerjaan dilakukan melalui serangkaian tahapan teknis, mulai dari cement remediation, squeeze cementing, perforasi, pemasangan single selective completion, hingga swab well kick pada dua lapisan produktif, yakni Upper Keutapang (UK-4) dan Upper Keutapang (UK-5).

Hasil evaluasi menunjukkan kedua zona berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang dinilai memuaskan.

Potensi tambahan produksi diperkirakan mencapai sekitar 5 MMSCFD, meski angka tersebut masih akan dipastikan melalui tahapan well test.

BPMA menjelaskan, tambahan produksi tersebut tidak hanya meningkatkan volume gas, tetapi juga berpotensi mengembalikan porsi gas yang selama ini digunakan sebagai fuel gas di Central Processing Plant (CPP) menjadi sales gas.

Dengan demikian, volume gas yang dapat dipasarkan diproyeksikan meningkat sehingga memberi kontribusi terhadap produksi gas nasional.

Sumur JR-74 berada di kawasan Alur Mirah, berdekatan dengan fasilitas Central Processing Plant (CPP), sehingga dinilai memiliki keuntungan dari sisi integrasi infrastruktur produksi.

Pekerjaan workover dimulai pada awal Juli 2026 dan ditargetkan memasuki fase produksi pada pertengahan Agustus 2026, setelah seluruh rangkaian pengujian selesai dilakukan.

Dalam pelaksanaannya, PT Bormindo dipercaya sebagai kontraktor pekerjaan workover, sementara Baker Oil akan menangani proses well testing untuk memastikan kemampuan produksi dari masing-masing zona.

BPMA menyebut seluruh pekerjaan telah melalui evaluasi teknis yang rinci, mulai dari penyusunan program intervensi sumur, jadwal pelaksanaan, hingga skenario mitigasi apabila terjadi kendala di lapangan.

Menariknya, pengujian produksi akan dilakukan menggunakan metode rigless, tanpa memobilisasi rig workover.

Strategi ini dipilih untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional sekaligus menekan pengeluaran yang dinilai tidak diperlukan, tanpa mengurangi aspek keselamatan maupun kualitas pelaksanaan pekerjaan.

Keberhasilan menghidupkan kembali Sumur JR-74 diharapkan menjadi momentum bagi optimalisasi sumur-sumur lain yang selama ini belum berproduksi maksimal di Wilayah Kerja Blok A, sekaligus memperkuat upaya peningkatan produksi migas nasional.