Tingkatkan Produktivitas Pertanian, PLN Aceh Serahkan Bantuan Mesin Pompa Air di Pidie

BANDA ACEH, Infoaceh.net — PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyerahkan bantuan berupa mesin pompa air kepada Kelompok Tani Pante yang berlokasi di Desa Pante Crueng, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.
Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu guna mengoptimalkan sistem irigasi dan mendongkrak produktivitas panen.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra menyampaikan bahwa penyaluran mesin pompa ini merupakan bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap sektor pertanian di Aceh untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani setempat.
“Kami berharap bantuan mesin pompa ini dapat mengoptimalkan pengairan sawah, sehingga para petani yang sebelumnya hanya panen satu kali bisa meningkat menjadi tiga sampai empat kali dalam setahun. PLN tidak hanya berfokus pada keandalan listrik, tetapi juga hadir secara langsung untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ujar Eddi Saputra dalam keterangannya, Jum’at (31/7/2026).
Bantuan dari PLN ini menjadi angin segar bagi Kelompok Tani Pante yang beranggotakan 25 orang tersebut.
Dengan ketersediaan air yang lebih memadai berkat pompa mesin, produktivitas hasil panen yang awalnya rata-rata hanya 1,8 ton diproyeksikan meningkat tajam menjadi 2,5 ton dalam sekali panen.
Hasil bumi dari Desa Pante Crueng ini memiliki potensi ekonomi yang besar karena rutin diserap oleh agen pengumpul sebelum akhirnya didistribusikan ke pasar-pasar utama di Banda Aceh, Medan dan Langsa.
Ketua Kelompok Tani Pante, Muhammad Yahya, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas bantuan dari PLN yang menjadi solusi atas kendala irigasi yang selama ini mereka hadapi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan pompa dari PLN. Selama ini kami kesulitan air sehingga panen cuma bisa setahun sekali. Sekarang kami optimis hasil panen bisa meningkat menjadi 2,5 ton dan bisa tanam tiga sampai empat kali setahun. Ini sangat membantu kesejahteraan 25 anggota keluarga petani di sini,” tutur Yahya.