Hidup Manusia di Dunia Hanya Menunggu Dua Hal: Waktu Shalat dan Ajal

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Jamaah Arafah kembali menyelenggarakan Safari Subuh sebagai kegiatan ibadah dan silaturahmi rutin pada Ahad pagi (2/8/2026).

Ratusan jamaah Arafah memadati Masjid Al Fitrah yang berlokasi di Kompleks Asrama TNI AD Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Rangkaian ibadah shalat subuh berjamaah tersebut berlangsung khidmat. Pelaksanaan salat Subuh dipimpin oleh Ustaz Muhammad Iqbal SAg.

Turut hadir pimpinan Safari Subuh Arafah, Ustaz H Zul Arafah, beserta jajaran pengurus dan jamaah dari berbagai penjuru Banda Aceh.

Usai pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustaz Hajarul Akbar Alhafizh MA.

Kesadaran Waktu dan Pengingat Ajal

​Dalam ceramahnya, Ustaz Hajarul Akbar yang juga Pimpinan Dayah Darul Quran Aceh menyoroti pentingnya manajemen kehidupan dan kesadaran manusia terhadap batasan waktu yang dimiliki di dunia.

Ia mengingatkan bahwa sekuat atau segagah apa pun seseorang di masa mudanya, fisik manusia pasti akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu.

“Kalau kita melihat 5 atau 10 tahun lalu, kita masih banyak yang gagah dan kuat. Namun hari ini, fisik kita sudah jauh berbeda. Sekuat apa pun kita hidup hari ini, ada masanya kita akan berakhir,” ujar Ustaz Hajarul Akbar di hadapan para jamaah.

Mengutip pesan dari Surah At-Takasur dan Surah Al-‘Asr, ia mengingatkan jamaah agar tidak terlena oleh kesibukan menumpuk harta benda dan mengejar posisi duniawi hingga melupakan persiapan menuju akhirat.

Penceramah juga mengulas pentingnya menjaga fitrah waktu yang telah ditetapkan Allah SWT, di mana malam ditujukan untuk beristirahat dan siang untuk mencari penghidupan.

Ia menyayangkan fenomena pola hidup sebagian masyarakat—khususnya generasi muda—yang sering menghabiskan waktu malam hingga larut hanya untuk begadang, sehingga mengabaikan fitrah kesehatan dan ibadah Subuh.

Perumpamaan Alam Rahim dan Alam Akhirat

Untuk memperjelas gambaran kehidupan setelah kematian, Ustadz Hajarul Akbar memberikan perumpamaan mengenai fase kehidupan janin dalam rahim seorang ibu.

Ia menjelaskan bahwa saat berada di dalam rahim, janin hidup dan mendapatkan nutrisi dari tali pusat. Ketika bayi lahir dan tali pusatnya dipotong, seolah-olah kehidupannya berakhir.

Padahal, itu merupakan awal dari fase kehidupan baru di dunia di mana organ tubuh seperti paru-paru, hidung, dan mulut mulai berfungsi.

“Begitu pula saat manusia meninggal dunia dan nyawa terpisah dari tubuh. Harta dan kedudukan tidak lagi berfungsi. Yang langsung berfungsi membantu kita di alam baru tersebut adalah setiap sujud kita, bacaan Al-Qur’an, sedekah dan amal saleh yang kita lakukan selama di dunia,” jelasnya.

Dua Hal Pasti: Menunggu Shalat dan Menunggu Ajal

Di akhir tausiyahnya, penceramah menekankan konsep ajal (batasan waktu yang pasti) dan maukut (waktu terukur untuk ibadah shalat).

“Hakikat hidup manusia ini sebenarnya hanya menunggu dua hal: pertama menunggu waktu salat (maukut), dan yang kedua menunggu kedatangan waktu kematian (ajal). Tidak ada jadwal atau ketetapan lain yang benar-benar pasti di dunia ini selain dua hal tersebut,” tegas Ustadz Hajarul Akbar.

Aksi Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis
​Kegiatan Safari Subuh Arafah tidak hanya diisi dengan penguatan spiritual, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, panitia membagikan uang jajan gratis kepada anak-anak sekolah yang berhadir untuk memotivasi mereka meramaikan masjid sejak dini.

Selain itu, bekerja sama dengan Tim Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, panitia menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi jemaah. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dasar sebagai bentuk ikhtiar menjaga kebugaran fisik.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, tradisi bersalaman saling memaafkan antarjemaah, serta pemeriksaan kesehatan massal di area kompleks masjid.