Aceh Alami Inflasi 5,38 Persen Juli 2026, Dipicu Kenaikan Harga Beras, BBM dan Semen

Banda Aceh, Infoaceh.net — Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 5,38 persen pada Juli 2026, sedangkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,24 persen.
Aceh Tengah tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Aceh yakni mencapai 6,91%, dipengaruhi oleh posisi geografis dan biaya logistik barang masuk ke wilayah dataran tinggi tersebut.
Angka ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan utama yakni beras dan bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, tingkat pemantauan harga dilakukan di lima kabupaten/kota acuan.
Kepala BPS Aceh Agus Andria dalam keterangannya, Senin (3/8/2026) mengatakan, nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan di Aceh naik dari 106,30 pada Juni menjadi 106,56 pada Juli 2026.
Komoditas Utama Pemicu Inflasi
Kenaikan harga barang pokok menjadi motor penggerak utama indeks komoditas di wilayah ujung barat Sumatera ini.
1. Andil Inflasi Bulanan (Juli 2026 terhadap Juni 2026)
Beras: Mengalami kenaikan harga pasokan di pasar lokal.
Bensin: Penyesuaian harga BBM non-subsidi memicu efek domino.
Cabai Rawit & Tomat: Pasokan dari sentra produksi mengalami penurunan volume.
Semen: Kenaikan harga material bangunan akibat biaya distribusi.
2. Andil Inflasi Tahunan (Juli 2026 terhadap Juli 2025)
Nasi dengan Lauk: Dampak dari akumulasi kenaikan harga bahan mentah warung makan.
Emas Perhiasan: Mengikuti tren lonjakan harga komoditas emas global.
Beras & Cabai Merah: Tekanan inflasi pangan berulang dalam setahun terakhir.
Pemerintah daerah diimbau memperkuat jalur distribusi antar-kabupaten guna menjaga pasokan komoditas penting seperti beras dan cabai agar target inflasi tetap berada dalam batas kendali.