Aceh Besar Siaga Angin Kencang, BPBD Tangani 23 Kejadian dalam Empat Hari

Petugas BPBD Aceh Besar melakukan pembersihan dahan pohon tumbang di kawasan Kecamatan Blang Bintang Aceh Besar, Jum'at (7/8). (Foto: Dok. BPBD Aceh Besar)

Aceh Besar, Infoaceh.net – Cuaca ekstrem berupa angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Dalam sehari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menangani tujuh kejadian baru, sehingga total insiden akibat cuaca ekstrem sejak 4 Agustus 2026 mencapai sedikitnya 23 kejadian.

Tujuh kejadian terbaru tersebut terjadi pada Jum’at (7/8/2026) di lima kecamatan. Mayoritas berupa pohon tumbang yang mengganggu akses lalu lintas.

Sementara dua kejadian lainnya berupa kerusakan fasilitas keagamaan dan atap toko milik warga.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) hingga Jum’at sore.

“BPBD Aceh Besar bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan terhadap tujuh kejadian akibat angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah. Dari pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa,” kata Ridwan Jamil.

Salah satu kejadian terjadi di Gampong Saney Utamong Gapuy, Kecamatan Lhoong, sekitar pukul 13.05 WIB. Angin kencang menyebabkan sarana tempat beristirahat di kompleks masjid ambruk.

Pohon tumbang juga terjadi di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, Gampong Lampreh, Kecamatan Ingin Jaya, serta jalan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda di Gampong Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, dan Gampong Pasie Garot, Kecamatan Ingin Jaya.

Pohon tumbang lainnya dilaporkan di Jalan Lintas Lambaro–Banda Aceh, Gampong Lubuk Batee, Kecamatan Ingin Jaya, serta Jalan Lintas Limpok, Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro.

Sementara di Gampong Ajun, Kecamatan Peukan Bada, angin kencang menghempaskan bagian atap toko tiga lantai milik warga yang berada di Jalan Banda Aceh–Meulaboh.

Petugas BPBD kemudian melakukan pembersihan material dan pohon tumbang untuk memastikan ruas jalan kembali dapat dilalui dengan aman. Pendataan terhadap kerusakan bangunan juga masih dilakukan.

23 Kejadian Sejak 4 Agustus

Rangkaian cuaca ekstrem tersebut bukan kejadian pertama. Sehari sebelumnya, BPBD Aceh Besar mencatat 16 kejadian yang tersebar di delapan kecamatan dan 14 gampong.

Dari 16 kejadian tersebut, tujuh rumah warga dan satu unit ruko dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Selain itu, delapan titik pohon tumbang sempat menghambat lalu lintas.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Indrapuri, Lhoong, Baitussalam, Peukan Bada, Darul Imarah, Sukamakmur, Ingin Jaya, dan Krueng Barona Jaya.

Sejumlah kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Lampanah Tunong, Meunasah Lhok, Khaju, Baet, Geu Gajah Mata Ie, dan Payatieng. Sementara pohon tumbang terjadi di antaranya di Sibreh Keumudee, Reuloh, Aneuk Glee, Lam Awee, dan Rumpet.

Dengan tambahan tujuh kejadian pada Jumat, total kejadian akibat cuaca ekstrem sejak 4 Agustus 2026 kini mencapai sedikitnya 23 kejadian.

Meningkatnya kejadian tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem susulan.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris atau Syech Muharram sebelumnya memimpin rapat kesiapsiagaan bersama jajaran di Pos Induk Damkar BPBD Aceh Besar, Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (6/8/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut meningkatnya kejadian hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang dan terganggunya akses transportasi di sejumlah wilayah.

Syech Muharram meminta seluruh perangkat daerah, BPBD, Dinas Sosial serta instansi terkait memperkuat koordinasi dan tetap siaga menghadapi laporan masyarakat.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama, seluruh personel harus tetap siaga dan memperkuat koordinasi di lapangan sehingga setiap kejadian dapat segera ditangani,” ujarnya.

BPBD Aceh Besar mengerahkan personel Damkar dan Pusdalops-PB dengan melibatkan TKSK Dinas Sosial, TNI, Polri serta masyarakat dalam penanganan di lapangan.

Ridwan Jamil mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang, sore hingga malam hari.

Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika berkendara dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun berada di sekitar bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang.

BPBD Aceh Besar memastikan pemantauan kondisi cuaca terus dilakukan. Personel dan peralatan penanggulangan bencana juga disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian susulan.

Meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa, rentetan 23 kejadian dalam waktu hanya beberapa hari menjadi peringatan bahwa ancaman cuaca ekstrem di Aceh Besar masih perlu diwaspadai.