Kapolri Jadi Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Semarang, Infoaceh.net – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dianugerahi gelar Anggota Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam Apel Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (8/8/2026).
Penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci yang mengusung tema “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.”
Selain Kapolri, gelar Anggota Kehormatan juga diberikan kepada Wali Kota Semarang. Penganugerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo.
Bagi Kapolri, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga amanah untuk memperkuat hubungan antara institusi Polri dengan keluarga besar Tapak Suci dan Muhammadiyah.
Kapolri menilai jaringan kader Tapak Suci yang tersebar di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam menjaga ketertiban dan ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut semakin penting di tengah situasi global yang diwarnai gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengapresiasi kondisi perekonomian nasional yang masih menunjukkan ketahanan. Ia menyebut ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year) pada Triwulan II 2026.
Namun, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, menurutnya, harus diikuti dengan penguatan ketahanan sosial di tengah masyarakat.
Di sinilah jaringan organisasi kemasyarakatan, termasuk Tapak Suci, dinilai memiliki posisi strategis.
Kapolri berharap Tapak Suci dapat berperan sebagai “cooling system” di tengah masyarakat, khususnya dalam meredam potensi konflik sosial dan menjaga suasana tetap kondusif.
Kader Tapak Suci juga diharapkan ikut berperan dalam menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks, sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial seperti narkoba, judi online, dan kekerasan.
“Kolaborasi antara Polri dan Tapak Suci ini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan Kapolri dalam kegiatan tersebut.
Sinergi tersebut juga dinilai sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas Polri, yang menempatkan elemen masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Apel pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, pembacaan Ikrar Tapak Suci, pelantikan Pendekar Kehormatan, serta sejumlah sambutan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hadir dan secara resmi membuka Muktamar XVI Tapak Suci.
Sejumlah pejabat dan tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Abdul Mu’ti, Penasihat Khusus Presiden RI Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI Mohamad Hasan.
Muktamar XVI menjadi momentum penting bagi Tapak Suci untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan ke depan.
Tema yang diusung tidak hanya menegaskan pentingnya mempertahankan tradisi pencak silat sebagai identitas organisasi, tetapi juga mendorong Tapak Suci menjadi organisasi yang semakin modern, mandiri dan memiliki jangkauan internasional.
Kehadiran Kapolri dalam agenda tersebut sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dengan institusi negara dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Rangkaian pembukaan Muktamar kemudian ditutup dengan penampilan Seni Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah serta penyerahan sejumlah apresiasi.
Penganugerahan gelar Anggota Kehormatan kepada Kapolri menjadi salah satu simbol penting dalam agenda tersebut, sekaligus menandai komitmen untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama antara Polri dengan keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah.