Kebakaran Hebat Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah, 96 Kios dan Ruko Ludes Dilalap Api

Kebakaran hebat melanda Pasar Kecamatan Jagong Jeget, di Kampung Jeget Ayu, Dusun Suka Maju, Aceh Tengah pada Ahad (9/8/2026) pukul 11.35 WIB. (Foto: Dok. BPBD ACEH TENGAH)

Takengon, Infoaceh.net – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Kecamatan Jagong Jeget, tepatnya di Kampung Jeget Ayu, Dusun Suka Maju, Kabupaten Aceh Tengah pada Ahad (9/8/2026) siang sekira pukul 11.35 WIB.

Insiden kebakaran ini menghanguskan sedikitnya 96 unit bangunan kios dan rumah toko (ruko) kopel berkonstruksi kayu, serta melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Berdasarkan laporan data dari aparat Kampung Jeget Ayu kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, kobaran api menyebar dengan sangat cepat lantaran sebagian besar bangunan pasar terbuat dari material papan yang mudah terbakar.

Kepulan asap hitam tebal tampak membumbung tinggi, memicu kepanikan luar biasa bagi warga yang berhamburan menyelamatkan barang-barang berharga.

Musibah ini berdampak langsung pada hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian bagi 60 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 243 jiwa.

Berdasarkan rincian data kependudukan dari aparat kampung, komposisi warga terdampak terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan, yang di antaranya mencakup 20 balita, 5 ibu hamil, serta 1 penyandang disabilitas.

Selain itu, tercatat ada 23 pelaku usaha mikro hingga menengah yang ruko tempat usahanya rata dengan tanah.

Jenis usaha warga yang terdampak meliputi toko kelontong, warung makan, toko emas, sayur-mayur, pakaian, usaha jahit, kosmetik, apotek, bengkel, hingga toko bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa (meninggal dunia) dalam insiden ini.

Namun, dua orang warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan dan satu warga lainnya mengalami cedera patah kaki akibat melompat dari ruko lantai dua untuk menyelamatkan diri dari kepungan api.

Seluruh korban luka telah dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.

Menurut kesaksian warga di lokasi kejadian, titik api diduga kuat bermula akibat adanya hubungan arus pendek (korsleting listrik) dari salah satu toko kelontong yang berada di samping deretan bangunan pasar utama.

Embusan angin yang kencang membuat api merembet dalam waktu singkat hingga meludeskan setidaknya empat lorong pertokoan yang berada di samping Masjid Besar Al Muhajirin.

Guna menjinakkan kobaran api, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mengerahkan total 4 unit armada pemadam kebakaran (Damkar) yang diterjunkan dari beberapa posko terdekat.

Armada tersebut terdiri dari 1 unit asal Posko Jagong, 1 unit asal Posko Atu Lintang, serta 2 unit tambahan yang dikirim langsung dari Posko Induk Takengon. Proses pemadaman turut dibantu secara manual oleh puluhan personel TNI, Polri, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu menyiram air menggunakan ember seadanya.

Sebagai langkah penanganan pascabencana kebakaran, BPBD Aceh Tengah bersama Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung bergerak cepat mendirikan posko pengungsian darurat beserta dapur umum di sekitar lokasi aman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan bahwa penyaluran bantuan masa panik (logistik makanan, pakaian layak, obat-obatan, dan tenda darurat) sedang dipersiapkan dan segera didistribusikan secara bertahap guna meringankan beban warga terdampak yang saat ini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun fasilitas umum terdekat.