Enam Bulan Menjabat, Mualem Copot Kadis ESDM Aceh Asnawi

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pencopotan pejabat eselon II kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dikabarkan mencopot Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh Asnawi ST MSM, yang baru sekitar enam bulan menduduki jabatan tersebut.

Asnawi diberhentikan dari jabatannya terhitung mulai Selasa, 11 Agustus 2026.

Informasi pergantian tersebut diperoleh dari sumber internal Pemerintah Aceh.

Sebagai pengganti sementara, Irwansyah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas ESDM Aceh.

Pergantian ini cukup menarik perhatian karena Asnawi belum genap satu tahun memimpin salah satu dinas strategis di Pemerintah Aceh.

Asnawi sendiri mulai menduduki jabatan Kepala Dinas ESDM Aceh pada 27 Februari 2026 berdasarkan SK Nomor Peg.821.22/34/2026.

Artinya, sejak pengangkatannya hingga diberhentikan pada 11 Agustus 2026, Asnawi baru menjalankan tugas sekitar enam bulan.

Belum diketahui secara pasti alasan khusus di balik pergantian tersebut. Pemerintah Aceh juga belum memberikan penjelasan terbuka mengenai apakah keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja, penyegaran organisasi, rotasi jabatan, atau pertimbangan lainnya.

Dinas ESDM merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki posisi strategis dalam pemerintahan Aceh.

Sektor yang ditangani tidak hanya berkaitan dengan energi dan pertambangan, tetapi juga menyangkut pengelolaan potensi sumber daya alam, pengawasan kegiatan pertambangan, ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan serta berbagai kebijakan yang berhubungan dengan sumber daya mineral.

Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Karena itu, kepemimpinan di Dinas ESDM tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga pemahaman teknis dan kemampuan mengelola berbagai kepentingan yang berkaitan dengan sektor energi dan sumber daya alam.

Pergantian kepala dinas dalam waktu relatif singkat tentu menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan Pemerintah Aceh terhadap sektor tersebut.

Apalagi, pergantian terjadi ketika pemerintahan Mualem-Fadhlullah sedang melakukan konsolidasi dan penataan birokrasi untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan.

Pergantian Asnawi juga memperlihatkan bahwa proses penataan birokrasi di bawah kepemimpinan Mualem masih terus berlangsung.

Sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Aceh menjadi bagian dari evaluasi dan penataan organisasi. Kebijakan tersebut pada satu sisi dapat menjadi momentum untuk menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Namun pada sisi lain, pergantian pejabat yang terlalu cepat juga perlu diikuti dengan penjelasan yang memadai agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Terlebih, Dinas ESDM merupakan salah satu institusi yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya alam Aceh.

Karena itu, publik membutuhkan kepastian bahwa setiap pergantian pejabat dilakukan berdasarkan evaluasi yang objektif, kebutuhan organisasi dan kepentingan peningkatan pelayanan publik.

Untuk sementara, roda organisasi Dinas ESDM Aceh tetap berjalan di bawah kendali Irwansyah sebagai Plh.

Penunjukan Plh menjadi solusi transisi sembari Pemerintah Aceh mempersiapkan pejabat yang akan menduduki posisi tersebut secara definitif.

Pertanyaan berikutnya adalah siapa figur yang akan dipilih Mualem untuk memimpin Dinas ESDM Aceh.

Pilihan tersebut akan menjadi penting karena kepala dinas baru tidak hanya dituntut mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai persoalan strategis sektor energi dan sumber daya mineral di Aceh.

Pergantian Asnawi setelah hanya sekitar enam bulan menjabat pada akhirnya menjadi salah satu ujian bagi agenda reformasi birokrasi Mualem.

Jika pergantian tersebut merupakan bagian dari evaluasi, masyarakat tentu berharap hasilnya dapat terlihat melalui peningkatan kinerja.

Sebaliknya, jika hanya menjadi bagian dari rotasi administratif, Pemerintah Aceh perlu memastikan pergantian tersebut tidak mengganggu kesinambungan program dan pelayanan di sektor ESDM.

Hingga kini, alasan spesifik pemberhentian Asnawi belum disampaikan secara terbuka oleh Pemerintah Aceh.

Publik pun menanti penjelasan resmi mengenai dasar keputusan tersebut sekaligus sosok yang akan dipercaya menjadi Kepala Dinas ESDM Aceh definitif.