BFLF dan BKKBN Luncurkan Sekolah Lansia Gratis, 48 Lansia Ikut Program Perdana

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Aceh melakukan soft launching program Sekolah Lansia Gratis di Rumah Singgah Bersama BFLF Indonesia, Jalan Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 48 lansia dari Banda Aceh mengikuti kegiatan perdana tersebut. Program Sekolah Lansia dirancang sebagai ruang bagi lanjut usia untuk tetap aktif, sehat, produktif, bersosialisasi, serta memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lansia yang merdeka dan terbebas dari keterasingan sosial.
“Hari ini kita sudah melakukan kegiatan Sekolah Lansia bersama BKKBN di Rumah Singgah BFLF, yang juga turut disaksikan dan di-support oleh PT MIFA. Untuk program selanjutnya, lansia berdaya, lansia bahagia, program ayah bunda belajar mengajar, ini akan terus dilaksanakan. Program-program ini terbuka untuk seluruh lansia di Banda Aceh dan sekitarnya,” kata Michael.
Menurutnya, Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi diarahkan untuk mendorong para lansia agar terus bergerak, mengembangkan kreativitas, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
“Tujuannya agar para ayah bunda, nenek, kakek dan nenek lebih bergerak, berkreatif, berkontribusi, serta masih bisa memberikan manfaat dan kebaikan untuk kehidupan,” ujarnya.
Michael menjelaskan, program tersebut mulai berjalan sejak soft launching. Selanjutnya, berbagai kegiatan akan disusun dan dilaksanakan bersama BKKBN untuk mendukung kehidupan lansia yang lebih sehat, mandiri dan bahagia.
Sementara itu, peresmian sekaligus pembukaan Rumah Singgah Lansia Merdeka dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026.
Rumah Singgah Lansia Merdeka nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, senam lansia, kajian agama, pelatihan pemberdayaan seperti memasak, hingga kegiatan sosial berupa sedekah yang dilakukan para lansia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Michael mengatakan, gagasan pembentukan rumah singgah tersebut berangkat dari kondisi sebagian lansia yang menjalani keseharian seorang diri.
“Banyak lansia yang saat ini di rumah tinggal sendirian bukan karena anaknya tidak peduli. Kemungkinan karena kesibukan dan kehidupan cucunya juga tidak bisa menemani, sehingga para lansia ini harus mendapatkan sebuah kegiatan dan juga bisa berkumpul, bersosialisasi serta bersilaturahmi sesama lansia,” katanya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Lansia dan Rumah Singgah Lansia Merdeka dapat menjadi ruang interaksi bagi para lanjut usia sehingga mereka tidak merasa sendiri dan tetap memiliki peran di lingkungan sosial.
“Dengan begitu, lansia memiliki rasa bahagia, bisa lebih sehat, dan juga bisa saling membantu serta saling berbagi,” ujarnya.
Michael juga mengajak pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk memberikan dukungan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Diharapkan program ini bisa di-support oleh pemerintah, para orang baik dan para pelaku usaha, sehingga kita bisa membahagiakan ayah, kakek dan nenek lansia,” katanya.
Soft launching Sekolah Lansia Gratis tersebut turut dihadiri Division Head CSR/External Relation PT MIFA Bersaudara, Teungku Khadafi Almunir, Dosen USK Zulfikar, Ahmad Dadek selaku staf fungsional perencana utama Pemerintah Aceh, serta unsur perangkat gampong.
BFLF Indonesia menyebut program Sekolah Lansia terbuka bagi para lansia di Banda Aceh dan sekitarnya. Program tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membangun kehidupan lansia yang lebih aktif, sehat, mandiri, bahagia dan berdaya.
BFLF juga membuka kesempatan bagi masyarakat maupun pihak lain yang ingin berpartisipasi melalui donasi. Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk untuk mendukung kegiatan dan kebutuhan para lansia.