4 Pekerja Tambang Emas Ilegal Diringkus, 2 Beko Disita di Nagan Raya

NAGAN RAYA, Infoaceh.net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya bersama personel gabungan TNI dan instansi terkait menindak tegas aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Nagan Raya.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua unit excavator (beko) dari dua lokasi berbeda, serta menangkap empat orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aktivitas illegal mining tersebut.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara, menjelaskan bahwa penertiban ini dilakukan secara bertahap dalam dua waktu yang berbeda.
Tahap pertama dilaksanakan pada Ahad, 9 Agustus 2026, di mana petugas berhasil menyita satu unit alat berat. Penindakan berlanjut ke tahap kedua pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pada operasi kedua tersebut, tim gabungan kembali menyita satu unit beko tambahan dan langsung meringkus empat terduga pelaku di lokasi penambangan.
“Penindakan ini merupakan komitmen nyata pihak Kepolisian dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal yang merusak ekosistem lingkungan hidup serta mengganggu keamanan masyarakat,” tegas AKBP Benny Bathara dalam keterangan resminya pada Ahad 15 Agustus 2026.
Usut Tuntas Pemodal dan Pemilik Alat
Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, menambahkan bahwa keempat terduga pelaku beserta seluruh barang bukti alat berat kini telah dievakuasi ke Mapolres Nagan Raya.
Penyidik Satreskrim saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami peran masing-masing pelaku. Pihak kepolisian juga menegaskan akan mengusut tuntas jaringan ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pemilik alat berat, pengelola lapangan, serta pemodal utama yang mendanai praktik tambang ilegal tersebut.
Pihak Polres Nagan Raya kembali mengimbau kepada masyarakat luas untuk segera menghentikan segala bentuk penambangan ilegal demi mencegah terjadinya bencana alam akibat kerusakan hutan.
Warga juga diminta proaktif untuk melaporkan kepada petugas apabila melihat atau mengetahui adanya aktivitas alat berat mencurigakan di wilayah mereka.