Amankan Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya, Ratusan Personel TNI/Polri Siaga

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Aparat TNI dan Polri memperkuat pengamanan menjelang peringatan Hari Damai Aceh 2026 yang dipusatkan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel yang digelar pada Jum’at (14/8/2026).

Apel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Damai Aceh berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Pengamanan juga menunjukkan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti maupun beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, Polda Aceh menyiagakan 75 personel untuk mendukung pengamanan peringatan Hari Damai Aceh tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (15/8).

Selain itu, sebanyak 94 personel TNI turut dilibatkan. “Dalam pengamanan Hari Damai Aceh tahun 2026 tersebut, Polda Aceh menyiagakan sebanyak 75 personel, sementara 94 personel TNI turut dilibatkan dalam pengamanan,” ujar Joko.

Dengan demikian, sedikitnya 169 personel gabungan TNI-Polri disiapkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan tersebut.

Menurut Joko, personel gabungan ditempatkan pada sejumlah titik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penempatan personel dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib.

Apel kesiapan pengamanan dipimpin Kompol Saiful Hadi selaku Perwira Pengendali (Padal) yang juga menjabat Kasat Samapta Polresta Banda Aceh.

Kesiapan aparat menjadi penting mengingat peringatan Hari Damai Aceh bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat Aceh karena berkaitan dengan perjalanan panjang perdamaian setelah konflik berkepanjangan.

Karena itu, pengamanan tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelancaran kegiatan, tetapi juga menciptakan suasana yang memungkinkan masyarakat memperingati Hari Damai Aceh secara aman dan penuh penghormatan.

Polda Aceh bersama jajaran TNI juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian peringatan berlangsung.

Joko menekankan bahwa perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan maupun mengganggu ketertiban umum.

“Peringatan Hari Damai Aceh diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta merawat perdamaian yang telah terbangun di Aceh,” jelasnya.

Pengamanan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir maupun warga yang menjalankan aktivitas di sekitar pusat Kota Banda Aceh.

Sinergi TNI-Polri dalam pengamanan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh.

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menghindari konflik, serta memperkuat komitmen terhadap masa depan Aceh yang aman dan damai.

“Dengan kesiapan personel dan sinergi TNI-Polri, seluruh rangkaian peringatan Hari Damai Aceh diharapkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat perdamaian di tengah masyarakat Aceh,” pungkas Joko.