Tren Vape Mengkhawatirkan, BNNP Aceh Ingatkan Mahasiswa Bahaya Etomidate

JANTHO, Infoaceh.net — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani mengingatkan perkembangan modus baru penyalahgunaan narkotika yang semakin beragam.
Peringatan tersebut disampaikan Brigjen Dedy saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, di Jantho, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan itu mengangkat tema “Ancaman Narkoba dan Judi Online: Menjaga Masa Depan Generasi Muda.”
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Dedy memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus ancaman judi online yang semakin mudah diakses melalui perkembangan teknologi digital.
Menurut Dedy, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Selain sebagai generasi penerus, mahasiswa juga dipersiapkan menjadi calon pemimpin di berbagai bidang.
Karena itu, mahasiswa dinilai perlu memiliki ketahanan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai pengaruh negatif, baik di lingkungan pergaulan maupun ruang digital.
“Mahasiswa harus mampu menjaga diri dan menentukan pilihan yang tepat. Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun harus terhenti karena narkoba maupun judi online,” tegas Dedy.
Selain narkotika, Dedy turut mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya judi online yang kini dapat diakses dengan mudah melalui telepon pintar dan jaringan internet.
Menurutnya, kemudahan tersebut membuat judi online menjadi salah satu ancaman yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di kalangan generasi muda.
Dedy menilai narkoba dan judi online memiliki kesamaan dalam hal potensi menimbulkan perilaku adiktif serta memberikan dampak serius terhadap kehidupan seseorang.
“Narkoba dan judi online sama-sama dapat menimbulkan perilaku adiktif dan berdampak pada kehidupan seseorang. Karena itu, gunakan teknologi secara bijak, pilih lingkungan yang positif, dan jangan pernah mencoba sesuatu yang dapat merusak masa depan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Kepala BNNP Aceh juga secara khusus menyoroti fenomena penyalahgunaan vape atau rokok elektrik.
Menurutnya, perkembangan vape saat ini perlu diwaspadai karena produk tersebut tidak hanya digunakan untuk cairan yang mengandung nikotin. Dalam sejumlah kasus, vape disalahgunakan sebagai media untuk memasukkan narkotika maupun zat psikoaktif lainnya ke dalam liquid.
Dedy menyebut BNN telah mengungkap temuan liquid vape yang mengandung berbagai zat berbahaya, di antaranya etomidate, ketamin, metamfetamina, THC, MDMA, kokain, serta berbagai senyawa sintetis lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa modus peredaran narkotika semakin adaptif mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat.
“Ini merupakan modus baru yang harus kita waspadai. Vape tidak boleh dianggap aman hanya karena bentuknya berbeda. Ketika liquid-nya telah dicampurkan narkotika atau zat psikoaktif lainnya, risikonya menjadi sangat serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” tegas Dedy.
Dari berbagai zat yang ditemukan dalam penyalahgunaan vape, etomidate menjadi salah satu yang mendapat perhatian dalam perkembangan kasus narkotika pada 2026.
Dedy mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah tergiur dengan produk vape maupun liquid yang ditawarkan dengan klaim tertentu, terutama apabila kandungannya tidak jelas.
Ia juga menyampaikan bahwa etomidate telah ditetapkan sebagai narkotika Golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.
“Mahasiswa jangan mudah tergiur dengan tren atau tawaran vape dengan liquid yang tidak jelas. Jangan mencoba, jangan membeli, dan jangan menggunakan produk yang tidak diketahui kandungannya. Sekali mencoba, risikonya bisa sangat besar,” pesan Dedy.
Ia menegaskan, perkembangan modus tersebut menjadi peringatan bahwa peredaran narkotika tidak lagi selalu hadir dalam bentuk yang selama ini dikenal masyarakat.
Kemasan dan cara penggunaannya dapat berubah mengikuti tren, teknologi, serta gaya hidup anak muda. Karena itu, generasi muda dituntut meningkatkan literasi dan kewaspadaan terhadap berbagai produk yang tampak modern dan seolah-olah aman.
Di akhir paparannya, Dedy mengajak mahasiswa ISBI Aceh mengisi masa perkuliahan dengan berbagai kegiatan positif, mengembangkan kreativitas, meningkatkan prestasi, serta memanfaatkan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa ISBI Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui karya seni dan kreativitas.
Pesan mengenai bahaya narkoba, judi online, serta pentingnya gaya hidup sehat dan produktif, kata Dedy, dapat disampaikan dengan cara kreatif sehingga lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Dedy berharap mahasiswa baru ISBI Aceh tidak hanya mampu berkembang secara akademik dan kreatif, tetapi juga memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Gunakan masa muda untuk belajar, berkarya dan berprestasi. Jangan biarkan narkoba, judi online maupun berbagai pengaruh negatif lainnya menghancurkan masa depan yang sedang kalian bangun,” pungkasnya.