Karhutla di Kaki Gunung Burni Telong Bener Meriah, 50 Hektare Lahan Terbakar

Bener Meriah, Infoaceh.net – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Hutan Lindung Kaki Gunung Burni Telong, Kampung Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, akhirnya berhasil dikendalikan.
Tim gabungan memastikan seluruh titik api di kawasan tersebut telah padam 100 persen setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan hingga Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan kondisi terakhir di lokasi kebakaran telah aman dan kondusif. Tidak lagi ditemukan titik api yang berpotensi memicu kebakaran baru.
“Alhamdulillah, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Setelah pemadaman, tim juga melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara atau asap yang masih tersisa dan berpotensi menimbulkan api kembali,” kata Aris, Ahad (30/8).
Kebakaran terjadi di kawasan pengelolaan LPHK Linge Lestari. Berdasarkan hasil pendataan sementara, api membakar vegetasi berupa semak, alang-alang dan tanaman pinus dengan luas sekitar 50 hektare.
Besarnya area terdampak membuat proses penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan kobaran api. Petugas harus melakukan penyisiran dan pendinginan secara berulang untuk memastikan bara api yang tersisa di antara vegetasi maupun di dalam tanah tidak kembali menyala.
Dalam penanganan tersebut, aspek keselamatan masyarakat menjadi salah satu prioritas. Tim melakukan penyekatan dan isolasi terhadap area yang terbakar guna mencegah kobaran api menjalar menuju permukiman.
Hasilnya, rumah dan bangunan masyarakat di sekitar lokasi berhasil diamankan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.
Penanganan Karhutla melibatkan personel Polres Bener Meriah, Kodim 0119/Bener Meriah, KPH Wilayah VI Aceh, BPBD dan Damkar Kabupaten Bener Meriah, LPHK Linge Lestari serta masyarakat setempat.
Sinergi berbagai unsur tersebut dilakukan sejak proses pemadaman hingga tahap pendinginan. Petugas menyisir kawasan bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api yang tertinggal.
Sejumlah lokasi yang masih ditemukan bara atau pembakaran perlahan (smoldering) langsung mendapat penyiraman intensif. Proses tersebut terus dilakukan sampai bara benar-benar padam dan suhu di kawasan dinyatakan aman.
Kapolres menegaskan keberhasilan memadamkan seluruh titik api bukan berarti pengawasan terhadap kawasan dapat dihentikan sepenuhnya.
Langkah pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara api, terutama pada area yang memiliki vegetasi kering.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan hutan memiliki vegetasi yang mudah terbakar dan api dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara yang tertinggal.
“Yang paling penting setelah pemadaman adalah memastikan tidak ada bara yang tersisa. Karena itu pendinginan dan penyisiran dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dinyatakan selesai, kawasan Hutan Lindung Kaki Gunung Burni Telong di Kampung Wih Pesam saat ini dalam kondisi aman dan kondusif.
Tim gabungan juga memastikan kebakaran tidak sampai menjalar ke permukiman warga. Namun, pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan guna mencegah potensi Karhutla kembali terjadi di kawasan tersebut.