Kapolri Ganti 5 Kapolres dan 3 Pejabat Utama Jajaran Polda Aceh

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Gerbong mutasi di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kembali bergulir. Sebanyak lima jabatan Kapolres/Kapolresta dan sejumlah posisi strategis pejabat utama Polda Aceh mengalami pergantian dalam mutasi yang ditetapkan Kapolri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tentang pengukuhan, pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Surat telegram tersebut diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Dalam daftar mutasi tersebut, terjadi pergeseran pimpinan di Polresta Banda Aceh, Polres Nagan Raya, Polres Aceh Tengah, Polres Aceh Timur, dan Polres Bener Meriah.

Selain itu, posisi strategis di lingkungan Polda Aceh juga mengalami perubahan, antara lain Kabidpropam, Kabid TIK, serta jabatan pada Biddokkes Polda Aceh.

Perubahan pertama terjadi di Polresta Banda Aceh. Kombes Pol Andi Kirana, yang sebelumnya menjabat Kapolresta Banda Aceh, dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.

Posisi Kapolresta Banda Aceh selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, yang sebelumnya menjabat Kabid TIK Polda Aceh.

Perpindahan Teguh ke Polresta Banda Aceh sekaligus membuat posisi Kabid TIK Polda Aceh mengalami pergantian.

Jabatan Kabid TIK selanjutnya diisi Kombes Pol Giyarto, yang sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Aceh.

Sementara posisi yang ditinggalkan Giyarto akan diisi AKBP Dedy Sadsono, yang sebelumnya menjabat Kabagfaskon Rolog Polda Aceh.

Kapolres Nagan Raya dan Aceh Tengah Bergeser

Rotasi berlanjut ke wilayah pantai barat-selatan Aceh. AKBP Benny Bathara, sebelumnya Kapolres Nagan Raya, mendapat jabatan baru sebagai Wakapolresta Banda Aceh.

Jabatan Kapolres Nagan Raya kemudian dipercayakan kepada AKBP Muhamad Taufiq, yang sebelumnya menjabat Kapolres Aceh Tengah.

Adapun jabatan Kapolres Aceh Tengah selanjutnya diisi AKBP Teguh Siswoyo, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Aceh.

Dengan demikian, terjadi efek berantai dalam pergantian pimpinan kewilayahan, dari Nagan Raya hingga Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Timur dan Bener Meriah Turut Berganti

Perubahan berikutnya terjadi di Polres Aceh Timur. AKBP Irwan Kurniadi, yang sebelumnya menjabat Kapolres Aceh Timur, mendapat penugasan baru sebagai Kapolres Luwu Timur Polda Sulawesi Selatan.

Posisi Kapolres Aceh Timur kemudian dipercayakan kepada AKBP Aris Cai Dwi Susanto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bener Meriah.

Sementara jabatan Kapolres Bener Meriah akan diisi AKBP Ricky Nugraha, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Patroli Air dan Udara Polda Kalimantan Utara.

Rangkaian tersebut membuat lima wilayah hukum di Aceh mengalami pergantian pimpinan, yakni Banda Aceh, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Bener Meriah.

Kabidpropam Polda Aceh Berganti

Di tingkat pejabat utama Polda Aceh, posisi Kabidpropam juga mengalami pergantian.
Kombes Pol Bulang Bayu Samudra mendapat jabatan baru sebagai Kabidpropam Polda Sumatera Utara.

Posisi yang ditinggalkannya di Polda Aceh selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Carlie Syahputra Bustamam, yang sebelumnya menjabat Pemeriksa Propam Kepolisian Madya Tingkat III Divpropam Polri.

Pergantian tersebut menempatkan Carlie pada salah satu posisi strategis yang memiliki fungsi penting dalam pengawasan disiplin dan profesionalitas personel kepolisian di lingkungan Polda Aceh.
Kabid TIK Juga Berganti

Selain Kabidpropam, jabatan Kabid TIK Polda Aceh turut mengalami pergantian.
Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho meninggalkan posisi tersebut untuk menjabat Kapolresta Banda Aceh.

Posisi Kabid TIK selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Giyarto, yang sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Aceh.

Sementara jabatan yang ditinggalkan Giyarto kemudian diisi AKBP Dedy Sadsono, sebelumnya Kabagfaskon Rolog Polda Aceh.

Pergantian juga terjadi pada jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh.

AKBP dr Denny Herry Wardhana, yang sebelumnya menjabat Kasubbidkespol Biddokkes Polda Aceh, diangkat menjadi Karumkit Bhayangkara Tingkat II Balikpapan Biddokkes Polda Kalimantan Timur.

Dengan demikian, mutasi kali ini tidak hanya menyentuh jajaran pimpinan kewilayahan, tetapi juga sejumlah fungsi strategis di tingkat Polda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

Menurutnya, pergantian jabatan dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi, pembinaan karier personel serta memenuhi kebutuhan organisasi.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi dan bagian dari promosi dan pembinaan karier personel,” ujar Joko dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Joko berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing.

“Kami berharap pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, serta memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat,” katanya.

Secara keseluruhan, daftar mutasi yang dipublikasikan memuat 13 perwira dari lingkungan Polda Aceh dan jajaran. Di dalamnya terdapat pejabat utama Polda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, serta sejumlah Kapolres.

Mutasi ini sekaligus mengubah komposisi pimpinan pada sejumlah wilayah strategis di Aceh. Lima wilayah hukum kini akan dipimpin pejabat baru, sementara beberapa posisi strategis di tingkat Polda juga mengalami penyegaran.

Pergantian tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rotasi administratif, tetapi juga membawa peningkatan dalam pelayanan publik, pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta pengawasan internal kepolisian di Aceh.