Viral Saweran Rp50 Ribu Pejabat di Sabang, Sosok Diduga Ajudan Wali Kota Ikut Bagikan Uang

SABANG, Infoaceh.net — Video aksi saweran uang pecahan Rp50.000 di sebuah kawasan pantai yang diduga berada di Pantai Tapak Gajah, Kota Sabang, viral di media sosial dan menuai perhatian publik.

Video berdurasi sekitar 50 detik tersebut diunggah akun TikTok @mbak.eka21. Dalam rekaman yang dilihat Senin (31/8/2026) itu, sejumlah perempuan terlihat berjoget mengikuti iringan lagu Batak.

Sejumlah lembar uang pecahan Rp50.000 tampak dibagikan kepada peserta yang berada di lokasi.

Yang membuat video tersebut menjadi sorotan bukan semata-mata aksi saweran, melainkan narasi yang ditulis oleh pemilik akun.

Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menulis, “Alhamdulillah dapat saweran di akhir acara dari bapak ibu wali kota 🙏♥️♥️”, serta menyertakan tagar #sabang.

Klaim tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat, terutama mengenai siapa pihak yang memberikan uang, dalam kapasitas apa kegiatan tersebut berlangsung, serta apakah terdapat keterlibatan pejabat atau aparatur Pemerintah Kota Sabang.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan pakaian berwarna merah dan topi hitam yang oleh sejumlah pihak diduga merupakan ajudan Wali Kota Sabang.

Pria tersebut terlihat berada di tengah peserta kegiatan dan ikut membagikan uang pecahan Rp50.000.

Selain itu, tampak pula sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai oknum kepala bidang (Kabid) dan oknum sekretaris dalam kegiatan tersebut.

Namun demikian, identitas dan status masing-masing orang dalam video tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

Begitu pula belum diketahui apakah kehadiran mereka berkaitan dengan kegiatan resmi pemerintah atau hanya menghadiri kegiatan masyarakat.

Di lokasi juga terlihat sebuah tenda berwarna merah-putih yang bertuliskan BPBD. Keberadaan atribut tersebut semakin memunculkan pertanyaan publik mengenai keterkaitan kegiatan dengan institusi pemerintah.

Belum diketahui apakah tenda tersebut digunakan dalam kegiatan resmi BPBD, dipinjam untuk kegiatan tertentu, atau memiliki konteks lain.

Rp50 Ribu di Tengah Tekanan Ekonomi

Aksi saweran tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan.

Bagi sebagian warga, uang Rp50.000 mungkin terlihat sederhana jika dibagikan dalam sebuah acara. Namun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, nominal tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, biaya transportasi, atau memenuhi kebutuhan keluarga selama beberapa hari.

Karena itu, ketika aksi pembagian uang tersebut dikaitkan dengan sosok yang disebut sebagai “bapak ibu wali kota” dan dalam video terlihat sejumlah orang yang diduga memiliki hubungan dengan pemerintahan, publik wajar mempertanyakan konteks kegiatan tersebut.

Persoalannya bukan sekadar soal saweran, tetapi menyangkut transparansi, sumber dana, kapasitas aparatur yang hadir, serta kemungkinan penggunaan fasilitas pemerintah dalam kegiatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti siapa penyelenggara kegiatan tersebut, dari mana sumber uang yang dibagikan, serta apakah uang tersebut berasal dari pribadi atau berkaitan dengan anggaran maupun kegiatan pemerintah.

Demikian pula belum ada kepastian apakah sosok yang disebut-sebut sebagai ajudan Wali Kota Sabang benar merupakan ajudan wali kota.

Jika kegiatan tersebut merupakan acara pribadi atau masyarakat, Pemerintah Kota Sabang perlu menjelaskan konteks kehadiran aparatur maupun penggunaan atribut atau fasilitas yang terlihat dalam video.

Sebaliknya, jika kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda resmi pemerintah, maka publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai dasar kegiatan, sumber pembiayaan, serta penggunaan fasilitas pemerintah.

Klarifikasi menjadi penting agar video yang telah terlanjur viral tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat.

Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Sabang serta pihak-pihak terkait mengenai video tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai pihak yang memberikan uang, sumber dana saweran, maupun status orang-orang yang terlihat dalam video.