Pembiayaan BSI Aceh Lampaui DPK, Tembus Rp26,1 Triliun

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga Juli 2026.
Salah satu capaian yang menonjol adalah penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp26,1 triliun, melampaui Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp22,3 triliun.
Selain pertumbuhan pembiayaan, BSI Regional Aceh pada posisi Juli 2026 juga mencatat total aset sebesar Rp27,25 triliun. Sementara itu, posisi Margin Kontribusi (CM) tercatat sebesar Rp598 miliar.
Dengan demikian, pembiayaan BSI Aceh tercatat sekitar Rp3,8 triliun lebih besar dibandingkan DPK yang dihimpun dari masyarakat.
Kinerja tersebut berjalan seiring dengan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah BSI di wilayah Aceh mencapai 5,3 juta nasabah.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan peningkatan preferensi masyarakat terhadap perbankan syariah menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis BSI di Aceh.
“Preferensi masyarakat memilih perbankan syariah semakin kuat. Hal ini juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan bisnis di wilayah Aceh,” kata Imsak dalam keterangannya, Jum’at (4/9/2026).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut turut ditopang penguatan fondasi teknologi serta peningkatan kapasitas layanan digital BSI.
Optimalisasi teknologi informasi (IT) dan perluasan layanan e-channel dilakukan untuk memberikan akses perbankan yang semakin mudah kepada masyarakat.
Saat ini, BSI memiliki lebih dari 138 outlet di wilayah Aceh, yang diperkuat dengan 20.822 BSI Agen dan lebih dari 56.567 merchant QRIS.
Dari sisi intermediasi, BSI Regional Aceh mencatat penghimpunan DPK sebesar Rp22,3 triliun, sedangkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp26,1 triliun.
Artinya, nilai pembiayaan yang disalurkan BSI Aceh lebih tinggi sekitar Rp3,8 triliun dibandingkan DPK yang dihimpun.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya aktivitas intermediasi BSI dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha di Aceh.
Pada saat yang sama, total aset BSI Regional Aceh mencapai Rp27,25 triliun pada Juli 2026. Posisi tersebut menjadi salah satu indikator besarnya skala bisnis BSI di wilayah Aceh.
Meski ekspansi pembiayaan terus dilakukan, kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian. Tingkat kualitas pembiayaan BSI Aceh tercatat berada pada level 97,47 persen, membaik dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 96,55 persen.
Pertumbuhan bisnis BSI juga tercermin dari jumlah nasabah. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah BSI di Aceh telah mencapai 5,3 juta.
Besarnya basis nasabah tersebut memperlihatkan semakin luasnya penetrasi layanan BSI di Aceh, baik melalui jaringan kantor maupun layanan berbasis agen dan digital.
BSI saat ini memiliki lebih dari 138 outlet di Aceh. Jaringan tersebut diperluas melalui 20.822 BSI Agen serta lebih dari 56.567 merchant QRIS.
Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari strategi BSI dalam mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat, termasuk di luar pusat-pusat perkotaan.
Tabungan Haji Tembus 422 Ribu Nasabah
Sebagai bank yang memiliki posisi kuat dalam ekosistem haji dan umrah, BSI di Aceh dipercaya oleh lebih dari 422 ribu nasabah Tabungan Haji.
Besarnya jumlah nasabah tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu pemain utama dalam layanan keuangan syariah yang berkaitan dengan persiapan ibadah haji masyarakat Aceh.
Di sisi lain, bisnis emas juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan BSI.
Dalam perannya sebagai Bank Emas (Bullion Bank), BSI Regional Aceh saat ini mengelola sekitar 106 kilogram emas, meningkat 246 persen secara tahunan (YoY).
Bisnis emas eksisting, seperti cicil emas dan gadai emas, juga mencatat pertumbuhan 50,51 persen YoY.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut menopang Fee Based Income (FBI) BSI Aceh yang tumbuh 18,11 persen YoY.
Imsak mengatakan penguatan ekosistem digital menjadi bagian penting dalam strategi BSI untuk meningkatkan pengalaman nasabah.
Salah satunya melalui BYOND by BSI, aplikasi mobile banking yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi dan layanan keuangan.
“E-channel khususnya mobile banking BYOND by BSI menjadi gate awal memperoleh pengalaman layanan yang semakin terintegrasi,” ujar Imsak.
Melalui BYOND, nasabah dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji hingga layanan keuangan lainnya dalam satu platform digital.