Kombes Teguh Priyambodo Dilantik Jadi Kapolresta Banda Aceh, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banda Aceh. Pergantian tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan di Lobi Mapolda Aceh, Kamis (10/9/2026).

Teguh menggantikan Kombes Pol Andi Kirana yang sebelumnya memimpin Polresta Banda Aceh.

Sertijab tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.

Selain Kapolresta Banda Aceh, dalam sertijab tersebut sejumlah pejabat utama Polda Aceh dan kapolres jajaran juga resmi menempati jabatan baru.

Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Pergantian tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk pembinaan karier personel sekaligus penyegaran organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Irjen Pol Ruddi Setiawan.

Penunjukan Teguh Priyambodo Nugroho sebagai Kapolresta Banda Aceh menjadi perhatian karena ia bukan sosok baru di lingkungan Polda Aceh.

Sebelum dipercaya memimpin Polresta Banda Aceh, Teguh menjabat sebagai Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kabid TIK) Polda Aceh.

Ia bahkan sebelumnya sempat ditunjuk oleh Kapolda Aceh sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolresta Banda Aceh.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Teguh untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian di ibu kota Provinsi Aceh.

Sebagai Kapolresta Banda Aceh, Teguh akan berhadapan dengan karakteristik wilayah perkotaan yang memiliki kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Banda Aceh tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pendidikan, perdagangan, jasa, aktivitas kemasyarakatan, serta berbagai kegiatan politik dan sosial.

Karena itu, jabatan Kapolresta Banda Aceh memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan pelayanan kepolisian berjalan efektif dan dekat dengan masyarakat.

Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho merupakan perwira Polri kelahiran Surabaya tahun 1975. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996.

Setelah menyelesaikan pendidikan Akpol, Teguh mengawali karier kepolisian pada 1997 sebagai Pamapta A Polres Maluku Tenggara.

Setahun kemudian, pada 1998, ia dipercaya menjadi KBO Satlantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Polda Maluku.

Setelah sekitar delapan bulan menjalankan tugas tersebut, Teguh kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Baguala pada 1999.

Memasuki 2001, saat berpangkat Iptu, Teguh dimutasi ke Polda Riau sebagai Paur I PJR Ditlantas Polda Riau.

Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menduduki jabatan Kapolsektif Bangko, Polres Bengkalis, Polda Riau.

Kariernya terus berkembang. Pada 2002, saat berpangkat AKP, Teguh ditunjuk sebagai Kasatlantas Polres Dumai, Polda Riau.

Dua tahun kemudian, pada 2004, ia dipercaya menjadi Kapolsek Tampan, Polresta Pekanbaru.

Pada 2006, Teguh mendapat penugasan ke Polda Kalimantan Barat. Ia menjabat Kabagops Polres Bengkayang.

Setahun kemudian, ia dipercaya menduduki posisi Kabagops Polresta Pontianak. Pada periode tersebut, pangkat Teguh meningkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol).

Pada 2008, Kompol Teguh diangkat menjadi Wakapolres Melawi, Polda Kalimantan Barat.

Kemudian pada 2012, ia dipercaya sebagai Kasat PJR Polda Kalimantan Barat. Setelah itu, Teguh mengikuti pendidikan Sespimen pada 2013. Menjelang akhir 2013, dengan pangkat AKBP, Teguh mendapat penugasan ke Polda Aceh sebagai Pamen Ro SDM.

Kariernya di Aceh kemudian terus berkembang. Pada 2014, ia dipercaya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh.

Setahun kemudian, pada 2015, AKBP Teguh ditunjuk sebagai Kapolres Aceh Barat.

Jabatan tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya di Aceh karena ia berhadapan langsung dengan dinamika keamanan dan pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan.

Pada 2017, Teguh kemudian mendapat penugasan sebagai Kabagdalops Biro Ops Polda Sumatera Selatan.

Namun, perjalanan kariernya kembali membawanya ke Aceh. Pada 2021, ia dipercaya menjadi Kabid TIK Polda Aceh. Jabatan tersebut diembannya hingga kemudian menyandang pangkat Kombes Pol.

Selama menjadi Kabid TIK Polda Aceh, Teguh berada pada posisi yang berkaitan dengan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi kepolisian.

Kini, berdasarkan Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, ia mendapat amanah baru sebagai Kapolresta Banda Aceh.

Perjalanan pendidikan Teguh dimulai dari SD Negeri Kraton 2 dan selesai pada 1987. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Bangkalan dan lulus pada 1990.

Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 1 Bangkalan dan selesai pada 1993. Setelah itu, Teguh mengikuti pendidikan Akademi Kepolisian dan lulus pada 1996.

Dalam pengembangan profesinya, ia mengikuti Pendidikan Kejuruan Dasar Perwira Lantas dan Kibi Paja Akpol pada 1997.

Pada 2006, Teguh mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Selanjutnya, pada 2013, ia mengikuti pendidikan Sespimen.

Pada 2023, ia juga mengikuti Pendidikan Kejuruan E-Learning Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Rentang pendidikan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Teguh tidak hanya dibentuk oleh pengalaman penugasan di lapangan, tetapi juga melalui pendidikan pengembangan kepolisian dan peningkatan kompetensi.

Dalam perjalanan tugasnya, Teguh juga tercatat pernah mengikuti sejumlah operasi pemulihan keamanan dan penegakan hukum yang melibatkan aparat gabungan TNI dan Polri di wilayah Ambon. Di antaranya Operasi Mutiara 1 dan Operasi Mutiara 2.

Pengalaman penugasan di wilayah yang memiliki dinamika keamanan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Teguh sebelum kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di kepolisian.

Atas perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri, Teguh tercatat menerima sejumlah tanda kehormatan.

Di antaranya Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Pengabdian 8 Tahun, Satyalancana Pengabdian 16 Tahun, Satyalancana Pengabdian 24 Tahun, Bintang Bhayangkara Nararya, serta Satyalancana Ksatria Bhayangkara.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengabdiannya selama menjalankan tugas di berbagai wilayah penugasan.

Kini, pengalaman panjang tersebut akan diuji dalam jabatan barunya sebagai Kapolresta Banda Aceh.

Banda Aceh memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah wilayah yang pernah menjadi tempat penugasan Teguh. Sebagai ibu kota provinsi, persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas konvensional, tetapi juga persoalan sosial, lalu lintas, narkotika, keamanan ruang publik, konflik sosial, pelayanan publik, hingga tantangan keamanan di tengah perkembangan teknologi digital.

Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan masyarakat.