TikTok Go by Tokopedia Jadi Partner Digital ACF 2026, UMKM Kuliner Aceh Dibawa ke Pasar Lebih Luas

Banda Aceh, Infoaceh.net – Perhelatan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 tak lagi hanya mengandalkan daya tarik ratusan menu makanan dan minuman.
Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival kuliner ini mulai memperkuat hubungan antara pelaku UMKM Aceh, kreator digital, dan sektor pariwisata.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kolaborasi dengan TikTok Go by Tokopedia, yang ditetapkan sebagai satu-satunya mitra ekosistem digital ACF 2026.
Kerja sama itu diarahkan untuk membawa dampak festival lebih jauh dari sekadar transaksi selama empat hari kegiatan.
Pelaku usaha kuliner lokal akan didorong memanfaatkan ekosistem digital untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu skema yang disiapkan adalah Creator Tour. Sejumlah kreator akan mendatangi merchant TikTok Go yang menjadi tenant ACF 2026 untuk mengenalkan produk dan cerita di balik usaha kuliner mereka melalui konten digital.
Dengan pola tersebut, produk kuliner Aceh diharapkan tidak hanya bertemu konsumen yang datang langsung ke lokasi festival, tetapi juga memperoleh eksposur dari audiens di luar daerah.
UMKM Aceh Masuk Ekosistem Digital
Kolaborasi ACF 2026 juga menyasar perekrutan pelaku UMKM kuliner unggulan Aceh untuk bergabung menjadi merchant TikTok Go.
Langkah ini membuka kesempatan bagi usaha kuliner lokal untuk memperluas pemasaran melalui kanal digital. Dengan demikian, jangkauan produk tidak bergantung semata pada keramaian selama festival berlangsung.
Di sisi lain, kreator lokal juga menjadi bagian dari program. Melalui Creator Bootcamp, peserta akan memperoleh pembekalan dari kreator TikTok Go yang memiliki performa penjualan tinggi.
Pembekalan tersebut akan membahas pengembangan konten, pengalaman membangun audiens, strategi pemasaran hingga pemanfaatan konten sebagai salah satu instrumen untuk mendorong transaksi.
ACF 2026 juga menyediakan Co-Studio di kawasan festival. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pengunjung yang ingin mencoba memproduksi konten sekaligus mempelajari bagaimana konten digital dapat digunakan untuk mengenalkan produk lokal.
Dengan pendekatan itu, pengunjung tidak hanya ditempatkan sebagai penikmat festival, tetapi juga diberi ruang untuk mengenal proses kreatif di balik promosi digital.
Wisata Aceh Ikut Dipromosikan
Jangkauan kolaborasi tersebut juga diperluas dari sektor kuliner ke pariwisata.
Melalui kampanye #GoLokal, potensi wisata Aceh akan diperkenalkan melalui konten digital dengan melibatkan kreator. Strategi ini diharapkan dapat mempertemukan promosi kuliner dan destinasi wisata dalam satu rangkaian cerita tentang Aceh.
Festival Director Aceh Culinary Festival 2026 menyebut ACF ingin membangun manfaat yang tetap berjalan meski festival telah berakhir.
“ACF tidak ingin berhenti pada transaksi yang terjadi selama festival. Kami ingin apa yang dimulai di festival bisa terus bergerak setelah festival selesai,” ujarnya.
Menurut dia, keterhubungan antara produk kuliner lokal, teknologi, kreator dan akses pasar menjadi salah satu cara untuk menciptakan efek ekonomi yang lebih panjang bagi pelaku usaha.
“Harapan kami ketika produk kuliner Aceh bisa bertemu dengan teknologi, creator, dan akses pasar yang lebih luas, maka ACF dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih panjang,” katanya.
Kolaborasi ini pada akhirnya menempatkan UMKM sebagai salah satu fokus penting penyelenggaraan ACF tahun ini. Festival tidak hanya menjadi tempat produk dipamerkan dan dijual, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan pelaku usaha kepada teknologi pemasaran dan jaringan kreator.
Empat Hari, 500 Pilihan Kuliner
Aceh Culinary Festival 2026 akan berlangsung pada 11–14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.
Selama empat hari penyelenggaraan, panitia menyiapkan berbagai kegiatan interaktif dengan melibatkan lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif.
Festival juga akan menghadirkan hingga 500 variasi makanan dan minuman yang dapat ditemukan di berbagai titik dalam kawasan ACF.
Memasuki tahun kesepuluh, ACF mencoba membawa festival kuliner ke arah yang lebih luas: tidak hanya mengenalkan cita rasa Aceh, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM untuk memperbesar pasar, kreator menghasilkan konten, serta destinasi wisata Aceh mendapatkan panggung promosi melalui ekosistem digital.
ACF 2026 sekaligus menjadi ujian apakah pertemuan antara festival, UMKM dan teknologi digital tersebut mampu meninggalkan dampak ekonomi yang tetap berjalan setelah panggung festival ditutup.