Prof Jasafat Jadi Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Banda Aceh, Infoaceh.net — Prof Dr Jasafat MA resmi dipercaya memimpin Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sebagai dekan periode 2026-2030, menggantikan Prof Dr Kusmawati Hatta MPd.
Penetapan tersebut menjadi bagian dari pelantikan 67 perangkat rektor di lingkungan UIN Ar-Raniry yang dilakukan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, pada Jum’at (11/9/2026) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam.
Pada pelantikan tersebut, Prof Jasafat tercatat sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Pengangkatan tersebut menandai babak baru bagi fakultas yang selama ini menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu dakwah, komunikasi Islam, penyiaran dan pengabdian kepada masyarakat di Aceh.
Pengangkatan Prof Jasafat juga memiliki konteks akademik yang kuat. Pada Juli 2026, ia resmi memperoleh jabatan akademik Guru Besar dalam bidang Ilmu Dakwah setelah menerima Keputusan Menteri Agama tentang pengangkatan guru besar kelompok ilmu agama.
UIN Ar-Raniry mencatat Prof Jasafat sebagai salah satu guru besar dalam rumpun Ilmu Dakwah. Dengan demikian, jabatan dekan yang kini dipercayakan kepadanya sejalan dengan bidang keilmuan yang menjadi kepakaran akademiknya.
Sebelum dipercaya menjadi dekan, Prof Jasafat dikenal sebagai akademisi dan pengelola kelembagaan di UIN Ar-Raniry. Ia pernah dipercaya memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry.
Dalam kapasitas tersebut, Jasafat terlibat dalam pengembangan penelitian, pengabdian masyarakat, serta berbagai program akademik kampus.
Pada Agustus 2026, misalnya, Jasafat sebagai Ketua LP2M menyampaikan pentingnya peningkatan partisipasi dosen UIN Ar-Raniry dalam program riset dan seleksi MoRA The AIR.
Perpindahan dari lembaga yang menangani penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menuju posisi pimpinan fakultas membuat pengalaman tersebut berpotensi menjadi modal penting dalam mengembangkan FDK.
Pengangkatan sebagai dekan juga berlangsung tidak lama setelah Jasafat memperoleh jabatan guru besar.
Kementerian Agama pada Juli 2026 memuat profil perjalanan akademik Prof Jasafat. Ia dikenal sebagai akademisi UIN Ar-Raniry yang menempuh perjalanan panjang hingga meraih jabatan profesor dalam bidang Ilmu Dakwah.
Kenaikan jabatan akademik tersebut menempatkan Jasafat dalam jajaran profesor UIN Ar-Raniry. Data Dewan Guru Besar UIN Ar-Raniry juga mencantumkan Prof Dr Jasafat, MA pada bidang Ilmu Dakwah.
Sejumlah pemberitaan mengenai perjalanan hidupnya juga menggambarkan bagaimana pengalaman sosial dan konflik Aceh ikut membentuk perjalanan akademik dan pemikirannya.
Sebagai dekan, Prof Jasafat menghadapi tantangan untuk membawa FDK semakin kuat dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Tantangan tersebut semakin kompleks di tengah perubahan ekosistem media dan komunikasi. Perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi menuntut pendidikan dakwah dan komunikasi tidak berhenti pada pendekatan konvensional.
Lulusan FDK juga dituntut memiliki kemampuan keagamaan sekaligus kompetensi komunikasi yang kuat, termasuk kemampuan produksi konten digital, literasi media, jurnalistik, penyiaran, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi.
Karena itu, kepemimpinan seorang guru besar bidang Ilmu Dakwah di fakultas tersebut diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan komunikasi modern.
Prof Jasafat juga bukan nama baru di lingkungan FDK. Ia telah lama menjadi bagian dari sivitas akademika fakultas tersebut.
Jasafat sebagai salah satu dosen dengan latar pendidikan doktor dari Universiti Sains Malaysia.
Sebelumnya, pada periode kepemimpinan UIN Ar-Raniry, Jasafat juga pernah dipercaya sebagai Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebelum kemudian menjalankan tugas di LP2M.
Pengalaman tersebut membuatnya relatif memahami persoalan internal fakultas, mulai dari kebutuhan akademik, pengelolaan sumber daya manusia, penelitian, hingga hubungan fakultas dengan mahasiswa dan masyarakat.
Pelantikan Prof Jasafat sebagai Dekan FDK merupakan bagian dari penataan jajaran pimpinan UIN Ar-Raniry di bawah kepemimpinan Rektor Prof Mujiburrahman.
Dalam rangkaian pengangkatan perangkat rektor tersebut, sejumlah nama dipercaya mengisi posisi strategis di lingkungan kampus.
Dengan latar belakang sebagai akademisi, guru besar Ilmu Dakwah, serta pengalaman dalam pengelolaan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat, Prof Jasafat memiliki sejumlah modal untuk memimpin FDK.
Namun, jabatan dekan bukan semata persoalan administratif. Tantangan utamanya adalah memastikan fakultas mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan dan nilai-nilai Islam.
FDK juga dituntut memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, jejaring kerja sama, pengabdian masyarakat, serta inovasi pembelajaran.
Di tengah derasnya arus informasi digital, fakultas yang mengembangkan ilmu dakwah dan komunikasi memiliki posisi strategis. Kemampuan membangun komunikasi keagamaan yang moderat, berbasis ilmu, sekaligus mampu menjangkau generasi digital akan menjadi salah satu pekerjaan penting kepemimpinan baru.
Dengan pengalaman akademik dan kelembagaan yang dimilikinya, Prof Jasafat kini mendapat amanah untuk membawa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry memasuki fase baru.
Pengangkatan tersebut sekaligus menempatkan seorang guru besar bidang Ilmu Dakwah pada posisi yang sangat strategis untuk memperkuat hubungan antara pengembangan ilmu, pendidikan, dakwah, komunikasi dan kebutuhan masyarakat Aceh di era digital.