Pimpin Patroli Syariat, Afdhal ke Petugas: Jangan Brutal, Kedepankan Pendekatan Humani

Banda Aceh, Infoaceh.net – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, meminta petugas mengedepankan cara-cara humanis dan menghindari tindakan berlebihan saat menjalankan pengawasan penerapan Syariat Islam di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Afdhal saat memimpin patroli terpadu di wilayah Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja, Sabtu (12/9/2026) malam.
“Kita tidak perlu brutal-brutalan. Kita kedepankan pendekatan yang humanis untuk membina ataupun menegur dengan santun,” tegas Afdhal.
Patroli dimulai setelah apel persiapan di halaman Kantor Camat Meuraxa. Kegiatan tersebut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah bersama unsur pemerintah kecamatan, gampong, serta tokoh agama.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten I Bidang Pemerintahan Bachtiar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah M. Rizal, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, camat, muntasib gampong dan unsur alim ulama.
Dalam arahannya, Afdhal mengatakan patroli terpadu merupakan bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban sekaligus menjalankan pembinaan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan berbagai unsur.
“Kegiatan ini akan selalu kita rutinkan. Ini bentuk ikhtiar dan kebersamaan kita untuk menjaga Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Afdhal menekankan bahwa pengawasan di lapangan tidak semestinya hanya mengedepankan tindakan penertiban. Petugas juga memiliki tanggung jawab memberikan pembinaan dan teguran secara santun kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar penerapan Syariat Islam berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena adanya pengawasan petugas.
Pemko Banda Aceh juga menilai keterlibatan pemerintah kecamatan, aparatur gampong, ulama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban lingkungan serta merespons berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Karena itu, pengawasan tidak hanya dibebankan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah. Sinergi antarelemen di tingkat kota hingga gampong diharapkan dapat memperkuat upaya pembinaan secara berkelanjutan.
Patroli di Meuraxa dan Kuta Raja menjadi bagian dari pengawasan yang dilakukan Pemko Banda Aceh hingga ke tingkat kewilayahan.
Afdhal berharap seluruh personel yang menjalankan tugas tetap mengedepankan tanggung jawab, saling berkoordinasi dan menjaga sikap ketika berhadapan dengan masyarakat.
Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar melakukan patroli, tetapi membangun kesadaran bersama untuk menjaga Banda Aceh tetap aman, tertib dan bermartabat.