Disdukcapil Jemput Bola ke Peunayong, 37 Warga Aktifkan Identitas Kependudukan Digital

Banda Aceh, Infoaceh.net – Digitalisasi dokumen kependudukan terus didorong di Banda Aceh. Kali ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh membawa layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) langsung ke Gampong Peunayong, Jumat (11/9/2026).
Hasilnya, 37 warga berhasil mengaktifkan IKD melalui pelayanan jemput bola tersebut. Di tengah perluasan penggunaan identitas digital, Disdukcapil sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan aktivasi IKD melalui sambungan telepon.
Pelayanan di Peunayong dilaksanakan setelah pemerintah gampong mengajukan permohonan kepada Disdukcapil. Kepala Disdukcapil Banda Aceh Heru Triwijanarko kemudian menugaskan Masrul dan Zulkarnain untuk melayani proses aktivasi warga secara langsung.
Menurut Heru, pelayanan tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor. Untuk layanan tertentu, petugas dapat mendekat ke lingkungan warga sehingga masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu tetap dapat memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.
“Ini merupakan bentuk pelayanan jemput bola untuk memudahkan masyarakat. Tidak semua warga memiliki waktu yang cukup untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil, sehingga kami merespons permohonan dari Gampong Peunayong dengan menurunkan petugas,” kata Heru.
IKD memungkinkan dokumen kependudukan tertentu diakses secara digital melalui telepon pintar. Kehadirannya menjadi bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan yang diarahkan semakin praktis dan mudah dijangkau masyarakat.
Namun, kemudahan layanan digital juga harus dibarengi kewaspadaan dalam menjaga data pribadi.
Heru secara khusus meminta masyarakat berhati-hati apabila menerima telepon dari seseorang yang mengatasnamakan Disdukcapil kemudian menawarkan atau meminta warga mengikuti proses aktivasi IKD.
Ia menegaskan, aktivasi IKD tidak dilakukan melalui sambungan telepon.
“Kalau ada yang menelepon mengaku petugas dan meminta warga melakukan aktivasi IKD melalui telepon, jangan dilayani,” tegas Heru.
Menurut dia, aktivasi membutuhkan proses verifikasi yang dilakukan secara langsung bersama petugas, termasuk pemadanan wajah dan pemindaian barcode.
Disdukcapil juga menegaskan pelayanan tersebut gratis atau tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat perlu waspada apabila ada pihak yang meminta pembayaran dengan mengatasnamakan proses aktivasi IKD.
“Yang perlu diingat setiap layanan yang diberikan tidak dipungut biaya apa pun alias gratis,” ujarnya.
Keuchik Peunayong Sharifuddin menyambut pelayanan langsung tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas di gampong membantu warga yang kesulitan menyediakan waktu untuk mendatangi kantor Disdukcapil.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Kadisdukcapil yang merespons dengan cepat permohonan kami. Banyak warga yang tidak memiliki waktu yang cukup untuk datang ke kantor, sehingga dengan adanya pelayanan langsung seperti ini tentu sangat memudahkan masyarakat,” kata Sharifuddin.
Ia berharap pelayanan jemput bola dapat kembali dilakukan sehingga akses masyarakat terhadap administrasi kependudukan semakin mudah.
Bagi warga, pesan terpenting dari pelayanan di Peunayong bukan hanya soal memiliki IKD. Masyarakat juga perlu memastikan setiap proses yang berkaitan dengan identitas dan data kependudukan dilakukan melalui petugas serta saluran resmi, terlebih ketika ada pihak yang menghubungi secara tiba-tiba dan meminta data pribadi.