Ini Daftar Juara Kafilah Aceh di MTQ Nasional 2026 Semarang

Banda Aceh, Infoaceh.net — Kafilah Provinsi Aceh menorehkan prestasi membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung 11-20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil akhir yang diumumkan pada penutupan MTQ Nasional XXXI, Aceh mengumpulkan 99 poin dan menempati peringkat keempat nasional, berbagi posisi dengan Jawa Timur. Kalimantan Timur menjadi juara umum, disusul Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Aceh karena kembali masuk empat besar nasional setelah terakhir kali berada di posisi keempat pada MTQ Nasional 2003.

Selain raihan peringkat nasional, sejumlah peserta Aceh juga berhasil membawa pulang gelar juara I, II, III serta juara harapan pada berbagai cabang perlombaan.

Berikut daftar lengkap prestasi kafilah Aceh berdasarkan daftar juara yang beredar dan hasil pertandingan MTQ Nasional XXXI 2026:

1. Juara I — Fahmil Qur’an Putri

Azka Dara Maulidya, Izza Mushviya dan Kayyisa Farras. Ketiganya berhasil meraih juara pertama Fahmil Qur’an Putri dengan 1.505 poin pada babak final di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.

Raihan tersebut menjadi salah satu capaian bersejarah Aceh di MTQ Nasional.

2. Juara I — Tilawah Remaja Putra: Radhi Ukhrawi

Radhi Ukhrawi berhasil menjadi terbaik pertama pada cabang Tilawah Remaja Putra.

3. Juara I — Tafsir Bahasa Indonesia Putri: Mauliza Juliantika

Mauliza yang merupakan guru Bahasa Arab di MIN 22 Bireuen berhasil meraih Terbaik I Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putri.

4. Juara I — Tahfizh 30 Juz Putri: Raisya Annazira

5. Juara II — Syarhil Qur’an Putra: M. Althaf, Hafid Akbar dan Ahmad Al Kindi

6. Juara II — Tilawah Anak Putra: Habibul Hamiz

7. Juara II — Murattal Remaja Putra: Zamil Ghifari

8. Juara II — Tafsir Bahasa Inggris Putri: Aqmarina Asarah

9. Juara III — Kaligrafi Digital: Qaisal Ridha

10. Juara III — Tafsir Bahasa Inggris Putra: Ahmad Sa’ad Muayyad

Daftar tersebut menunjukkan Aceh mengamankan 10 gelar juara utama, terdiri dari empat Juara I, empat Juara II, dan dua Juara III. 10 gelar tersebut sebagai penyumbang utama poin Aceh hingga menembus empat besar nasional.

Selain 10 gelar juara utama, sejumlah peserta Aceh juga memperoleh predikat juara harapan.

Harapan I:

Rahila Syakira — Tahfizh 5 Juz Putri

Ulfa Masturina, Naurah Clarisa, Ken Nev­retty Banyu Bening — Syarhil Qur’an Putri

Khalid — Khat Naskah Putra

Ahyar Arrayyan — Khat Kontemporer Putra

Marvirah — Qira’at Mujawwad Putri

Harapan II:

Fathiyyah Arafah Afsya — Tilawah Remaja Putri

Rizka Irmaya Ningsi — Tahfizh 1 Juz Putri

Fathassururi — KTIQ Putra

Thantawi — Tunet Putra

Harapan III:

Durratul Irfana — Khat Hiasan Mushaf Putri

Mayra — Khat Kontemporer Putri

Farhan Ridhallah, Chalif Aulya, M. Hanif Baihaqi — Fahmil Qur’an Putra

Dengan demikian, berdasarkan daftar tersebut, kafilah Aceh membawa pulang 10 gelar juara utama dan 12 predikat juara harapan atau 22 capaian prestasi yang tercantum dalam daftar.

Salah satu sorotan utama dari keberhasilan Aceh tahun ini datang dari cabang Fahmil Qur’an Putri. Regu yang diperkuat Azka Dara Maulidya, Kayyisa Farras dan Izza Mushviya berhasil mengumpulkan 1.505 poin pada babak final.

Aceh mengungguli Kalimantan Timur yang memperoleh 1.290 poin dan Jawa Tengah dengan 1.170 poin.

Prestasi tersebut juga disebut sebagai juara pertama Fahmil Qur’an Putri pertama bagi Aceh sejak cabang tersebut diperlombakan dalam MTQ Nasional pada 1981.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat bertemu dengan kafilah Aceh di Semarang. Ia menyampaikan penghargaan kepada peserta, pelatih, pembina, official dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen Aceh.

Secara keseluruhan, Aceh mengakhiri MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dengan 99 poin dan berada di posisi keempat bersama Jawa Timur.

Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, kaligrafer dan peserta berbagai cabang Al-Qur’an dari Aceh.

Pemerintah Aceh kemudian memberikan apresiasi kepada kafilah. Wakil Gubernur Fadhlullah juga memberikan bonus Rp200 juta kepada kafilah Aceh atas capaian tersebut.

Keberhasilan para peserta tidak hanya menjadi capaian individual, tetapi juga menjadi gambaran hasil pembinaan Al-Qur’an yang melibatkan keluarga, dayah, madrasah, pesantren, pelatih, pembina serta LPTQ di Aceh.

Dengan raihan empat besar nasional dan puluhan prestasi individu maupun beregu, hasil MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi modal penting bagi Aceh untuk terus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani pada masa mendatang.