Rex Peunayong Hidup Lagi, Kini Jadi Warung Kopi dengan Beragam Kuliner

Kawasan Rex Peunayong Kota Banda Aceh, kembali dengan konsep baru melalui Rex Premium Kopi, yang memadukan warung kopi, pusat kuliner dan ruang bagi pelaku UMKM. Rex Premium Kopi resmi dibuka pada Selasa (22/9/2026). (Foto: Ist)

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kawasan Rex Peunayong, salah satu ruang kuliner yang lekat dengan sejarah kehidupan malam Kota Banda Aceh, kembali menggeliat.

Setelah sempat mengalami masa surut, kawasan tersebut kini dihidupkan kembali dengan konsep baru melalui Rex Premium Kopi, yang memadukan warung kopi, pusat kuliner dan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Rex Premium Kopi resmi dibuka pada Selasa (22/9/2026), ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kehadiran kembali Rex tidak sekadar menawarkan tempat menikmati kopi dan makanan. Pengelola menggandeng sekitar 30 pelaku UMKM dengan ratusan pilihan menu, sehingga kawasan yang dulu dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Peunayong itu kembali menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

Kembalikan Denyut Rex Peunayong

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, pengaktifan kembali Rex diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus menghidupkan kembali kawasan Peunayong sebagai bagian penting dari sejarah Kota Banda Aceh.

Menurut Illiza, Rex memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi salah satu pusat kuliner yang ramai didatangi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Diharapkan investasi menghidupkan kembali Rex, karena Rex ini punya sejarah panjang di Kota Banda Aceh,” kata Illiza saat peresmian, yang turut dihadiri Bupati Aceh Besar Muharram Idris dan Ketua DPRK Banda Aceh.

Ia menyebut Peunayong sebagai kawasan tua atau heritage yang perlu tetap dilestarikan. Karena itu, aktivitas ekonomi baru di Rex diharapkan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memperkuat kembali karakter kawasan tersebut sebagai bagian dari identitas Kota Banda Aceh.

Illiza juga berharap Rex dapat menjadi lokasi berbagai kegiatan dan event yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat.

“Dengan kembali aktifnya Rex, berbagai event dapat digelar di sini sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Gandeng 30 UMKM, Hadirkan Beragam Menu

Pemilik Rex Premium Kopi, Jufrizal alias Coy, mengatakan konsep baru yang dibangun bukan sekadar menjadikan Rex sebagai warung kopi, melainkan menghadirkan kembali kawasan tersebut sebagai tujuan wisata kuliner.

Menurutnya, sekitar 30 tenant atau pelaku usaha kuliner bergabung dalam Rex Premium. Dari puluhan tenant tersebut tersedia sekitar 400 menu makanan dan minuman, mulai dari kuliner khas Aceh hingga makanan Nusantara.

“Kita ingin menghidupkan kembali Rex dengan konsep yang lebih modern dan menjadikannya kembali sebagai kawasan wisata kuliner Banda Aceh di Rex Peunayong ini,” kata Coy.

Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda dengan model warung kopi pada umumnya. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kopi atau teh, tetapi dapat memilih berbagai makanan dari tenant yang berada di dalam kawasan Rex.

Sejumlah kuliner yang disebut hadir antara lain nasi goreng, makanan khas Aceh, makanan Nusantara hingga sajian seperti kerang rebus.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan ruang usaha seperti ini membuka peluang pemasaran tanpa harus membangun tempat usaha secara mandiri.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh Bukhari Sufi mengatakan, pengaktifan kembali Rex merupakan bagian dari upaya memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur kota.

Menurut dia, Rex dapat menjadi ruang yang membantu UMKM untuk tumbuh dan berkembang.

Pemerintah Kota Banda Aceh juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong investasi dan membuka peluang kerja sama dalam rangka mendukung pembangunan serta perekonomian masyarakat.

Dengan model tersebut, Rex diharapkan tidak berhenti sebagai tempat nongkrong, tetapi menjadi salah satu simpul ekonomi yang mempertemukan pelaku UMKM, konsumen dan wisatawan.

Rex dan Kenangan Kuliner Peunayong

Bagi warga Banda Aceh, nama Rex bukanlah nama baru. Kawasan Rex Peunayong telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi kuliner malam di Banda Aceh. Dokumen Rencana Induk Kota Kompak Cerdas Banda Aceh juga mencatat Rex dan Jalan Kartini sebagai salah satu pusat kegiatan kuliner Peunayong, dengan aktivitas usaha yang cukup ramai terutama pada malam hari.

Rex juga memiliki sejarah yang lebih panjang dari sekadar pusat kuliner. Kawasan Peunayong merupakan salah satu kawasan tua dan pusat perdagangan kota. Kawasan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai kawasan perdagangan dan permukiman masyarakat Tionghoa serta menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Banda Aceh.

Dalam sejarah hiburan kota, Rex juga dikenal sebagai salah satu gedung bioskop terkenal di Banda Aceh. Dahulu terdapat tiga gedung bioskop terkenal, yakni Bioskop Rex, Thung Fang dan Garuda. Bioskop Rex dan Thung Fang berada di kawasan pasar Peunayong.

Sejarah panjang inilah yang membuat keberadaan Rex tidak semata berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Kawasan tersebut juga menyimpan memori sosial masyarakat Banda Aceh dari berbagai generasi.

Pernah Direvitalisasi, Kemudian Meredup

Upaya menghidupkan kembali Rex bukan pertama kali dilakukan. Rex Peunayong pernah direvitalisasi pada 2008. Namun, setelah itu Rex mengalami penurunan dari sisi fisik, sosial dan ekonomi yang berdampak pada berkurangnya minat pengunjung dan keterikatan masyarakat terhadap kawasan tersebut.

Penelitian tersebut mengidentifikasi sejumlah persoalan, antara lain desain bangunan yang kurang fungsional, lemahnya pengawasan dan koordinasi serta rendahnya kepedulian masyarakat. Penelitian itu kemudian merekomendasikan penguatan regulasi, pengawasan, desain kawasan yang lebih kontekstual dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.

Karena itu, Rex Premium saat ini membawa tantangan tersendiri. Kehadiran puluhan tenant memang dapat menghidupkan aktivitas kawasan, tetapi keberlanjutannya akan sangat bergantung pada bagaimana kawasan tersebut dikelola dan dipertahankan sebagai ruang publik serta pusat kuliner.

Tantangan Menjaga Ikon Lama dengan Konsep Baru

Kembalinya Rex juga berlangsung ketika bisnis warung kopi dan kafe berkembang pesat di Banda Aceh.

Persaingan tersebut membuat konsep sebuah pusat kuliner tidak cukup hanya mengandalkan nama besar dan nostalgia. Rex perlu menawarkan pengalaman yang berbeda, menjaga kualitas layanan, memastikan kebersihan dan kenyamanan, sekaligus memberi ruang yang sehat bagi UMKM.

Di sisi lain, lokasinya yang berada di Peunayong memberikan keuntungan tersendiri. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan dan aktivitas masyarakat Kota Banda Aceh. Sejumlah hotel juga berada di sekitar kawasan Peunayong sehingga berpotensi mendukung kunjungan wisatawan.

Dengan demikian, Rex memiliki peluang untuk menghubungkan tiga unsur sekaligus: sejarah, kuliner dan ekonomi UMKM.

Yang menjadi pekerjaan berikutnya adalah memastikan kebangkitan tersebut tidak hanya ramai pada saat peresmian. Rex harus mampu mempertahankan arus pengunjung dan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.

Jika itu dapat diwujudkan, Rex Premium bukan sekadar warung kopi baru di Peunayong, melainkan dapat menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan lama Banda Aceh dengan wajah yang lebih modern tanpa kehilangan jejak sejarahnya.

Kini, Rex Peunayong kembali membuka pintunya. Nama lama mendapat wajah baru, sementara para pelaku UMKM mendapat ruang untuk menawarkan produknya. Tinggal bagaimana denyut baru itu dipelihara agar Rex tidak kembali menjadi sekadar kenangan.