Persiraja Telan Tiga Kekalahan Beruntun, Takluk 1-2 dari Persikad Depok

BOGOR, Infoaceh.net — Persiraja Banda Aceh kembali gagal meraih poin setelah takluk 1-2 dari Persikad Depok pada lanjutan Pegadaian Championship musim 2026/2027 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2026) malam.
Dua gol kemenangan Persikad dicetak oleh Nico Fernando Sitepu menit 37 dan Pahri Al Mudzaki menit 57. Sedangkan gol Persiraja diciptakan Traore Gillardinho menit 90+8 lewat penalti.
Hasil tersebut membuat Laskar Rencong menelan tiga kekalahan secara beruntun dalam tiga pertandingan awal kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini.
Sebelumnya, Persiraja kalah 0-1 dari Semen Padang FC pada laga pembuka dan menyerah 1-2 saat bertandang ke markas PSPS Pekanbaru.
Kekalahan dari Persikad sekaligus memperpanjang awal sulit Persiraja di Championship 2026/2027. Dari tiga pertandingan yang telah dimainkan, tim asuhan Jaya Hartono belum mampu mengamankan satu pun poin dari hasil pertandingan.
Persiraja sebenarnya datang ke Bogor dengan tekad menghentikan tren negatif. Sebelum pertandingan, tim asal Banda Aceh itu bahkan memilih tidak langsung kembali ke Aceh setelah menghadapi PSPS Pekanbaru.
Skuad Persiraja bertahan di Bogor sejak awal pekan untuk melakukan persiapan menghadapi Persikad. Keputusan tersebut diambil agar tim memiliki waktu persiapan lebih panjang dan tidak terkuras oleh perjalanan pulang-pergi Banda Aceh setelah laga tandang di Pekanbaru.
Namun, persiapan tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Bagi Persikad Depok, kemenangan 2-1 atas Persiraja menjadi kemenangan ketiga secara beruntun di awal kompetisi.
Sebelum menghadapi Persiraja, Persikad sudah mengalahkan PSGC Ciamis dengan skor 2-1 pada pertandingan pertama, kemudian menang 2-1 atas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan kedua.
Tambahan tiga poin dari pertandingan melawan Persiraja membuat Persikad mempertahankan catatan sempurna dengan sembilan poin dari tiga pertandingan.
Sementara itu, Persiraja masih berada di papan bawah klasemen. Data klasemen I.League sebelum laga pekan ketiga menunjukkan Persiraja berada pada posisi kesembilan dengan minus satu poin akibat sanksi pengurangan poin yang diterima sebelum kompetisi dimulai.
Persiraja memang harus mengawali musim dengan defisit satu poin. Sanksi tersebut membuat perjuangan Laskar Rencong semakin berat karena mereka harus mengejar ketertinggalan sejak pertandingan pertama.
Tiga Laga, Tiga Kekalahan
Rentetan hasil buruk Persiraja dimulai ketika menjamu Semen Padang FC pada pertandingan pembuka, 13 September 2026. Bermain di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Persiraja kalah tipis 0-1.
Sepekan kemudian, Persiraja kembali gagal meraih poin ketika bertandang ke Pekanbaru.
Menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (19/9), Persiraja kalah 1-2.
PSPS mencetak dua gol pada babak pertama melalui Gamaroni, sedangkan Persiraja hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Djakaridja Traoré.
Usai pertandingan tersebut, pelatih Persiraja Jaya Hartono menyoroti persoalan lini belakang timnya. Menurutnya, dua gol PSPS terjadi karena pemain belakang Persiraja kurang disiplin dalam mengawal pemain lawan.
Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah yang kemudian dibawa Persiraja menghadapi Persikad di Bogor.
Namun, misi bangkit tersebut kembali gagal setelah Persiraja harus mengakui keunggulan Persikad dengan skor 1-2.
Kekalahan ini juga menjadi hasil yang berbeda dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Sebelum pertandingan 26 September, Persiraja tercatat memiliki rekor positif menghadapi Persikad. Dalam tiga pertemuan pada musim sebelumnya, Persiraja selalu menang.
Laskar Rencong menang 1-0 di Banda Aceh, kembali menang 1-0 ketika bertandang ke markas Persikad, dan kemudian menang 3-2 di Stadion Pakansari pada 28 Februari 2026.
Namun, catatan tersebut akhirnya terhenti. Persikad mampu membalas kekalahan-kekalahan sebelumnya dengan kemenangan 2-1 di hadapan pendukungnya di Stadion Pakansari.
Persiraja Dituntut Segera Bangkit
Hasil tiga pertandingan awal tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persiraja. Selain belum mengumpulkan poin dari tiga pertandingan, Laskar Rencong juga harus berjuang menghapus defisit poin yang sudah dibawa sejak awal kompetisi.
Dengan demikian, setiap pertandingan berikutnya menjadi penting bagi Persiraja untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Persiraja sebelumnya datang ke Bogor dengan misi mengakhiri tren negatif. Pelatih Jaya Hartono juga menyadari Persikad telah berubah dibandingkan musim sebelumnya, setelah tim tuan rumah mengawali kompetisi dengan dua kemenangan beruntun.
Kini, setelah pertandingan di Pakansari berakhir dengan kekalahan 1-2, Persiraja harus segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Tiga kekalahan beruntun menjadi catatan awal yang harus segera dihentikan jika Laskar Rencong ingin memperbaiki posisi dan menjaga persaingan di Pegadaian Championship 2026/2027.
Sementara Persikad terus melaju dengan rekor sempurna tiga kemenangan dari tiga pertandingan.