Kerap Kritik Pemerintah, Rocky Gerung Kini Dilantik Prabowo Jadi Wantimpres 

Jakarta, Infoaceh.net — Presiden Prabowo Subianto melantik pengamat politik dan akademisi senior, Rocky Gerung, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jum’at (2/10/2026).

Pelantikan ini terbilang mengejutkan sekaligus menarik perhatian publik mengingat Rocky selama ini dikenal sebagai sosok intelektual yang sangat vokal dan kerap melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Suasana khidmat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan oleh para tokoh yang ditunjuk.

Setelah pembacaan sumpah selesai, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Rocky Gerung bersama para anggota lainnya maju satu per satu ke hadapan Presiden Prabowo untuk menandatangani dokumen resmi sebagai tanda sah mengemban tugas baru sebagai penasihat presiden.

Struktur Pimpinan dan Jajaran Wantimpres Baru

Pelantikan Rocky dilakukan berbarengan dengan pembentukan restrukturisasi Wantimpres periode ini. Total ada 26 tokoh nasional dan pejabat yang ditunjuk masuk ke dalam jajaran dewan penasihat tersebut, di antaranya:

Ketua Wantimpres: Pratikno (Mantan Menko PMK)

Wakil Ketua Wantimpres: Hatta Rajasa

Sekretaris Wantimpres: Muhammad Qodari

Anggota Lainnya: Tokoh-tokoh lintas sektor seperti Quraish Shihab, Shinta Nuriyah Wahid, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Anwar Usman, hingga Ignasius Jonan.

Selain Wantimpres, di hari yang sama Presiden Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Alasan Bersedia dan Komitmen Tetap Kritis

Sebelum memasuki ruang pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rocky sempat berkelakar kepada wartawan mengenai kehadirannya dengan menyebut situasi tersebut sebagai momen “radical break”.

Usai resmi dilantik, Rocky Gerung membeberkan alasannya menerima mandat tersebut. Menurutnya, posisi ini merupakan tugas negara yang tidak memiliki alasan mendasar untuk ditolak.

Ia memahami betul fungsi utama dewan pertimbangan untuk menyuplai masukan dan pertimbangan strategis secara objektif kepada kepala negara.

Lebih lanjut, Rocky menegaskan bahwa masuknya ia ke dalam lingkaran Istana tidak akan menumpulkan daya kritisnya. Ia berjanji akan tetap mempertahankan sikap kritis dan independensinya dalam mengawal serta mengevaluasi jalannya pemerintahan Prabowo Subianto demi kepentingan publik.