Harga Material Melejit, Bantuan Rumah Rusak Berat Korban Bencana Aceh Naik Jadi Rp70 Juta

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kabar baik menghampiri masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh.

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui kenaikan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Berat (RSRB) sebesar Rp10 juta, membuat total bantuan yang diterima warga kini genap menjadi Rp70 juta per unit.

Persetujuan prinsip ini telah digedok melalui surat Menteri Sekretaris Negara sejak 25 September 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat pemerintah pusat terhadap lonjakan harga kebutuhan bangunan yang terjadi di lapangan.

Kenaikan nominal bantuan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan dari Menko PMK, proses rehabilitasi pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera kerap terbentur oleh dinamika ekonomi daerah, di antaranya:

• Melejitnya harga material bangunan utama di pasar lokal.

• Tingginya biaya logistik dan mobilisasi bahan bangunan menuju titik-titik pedalaman yang terdampak bencana.

• Penyesuaian upah tenaga kerja konstruksi setempat.

Jika tetap dipaksakan menggunakan standar lama sebesar Rp60 juta, dikhawatirkan bangunan yang dihasilkan tidak akan rampung atau tidak memenuhi standar kelayakan.

Kebijakan progresif ini langsung mendapat angin segar dari daerah. Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr Safrizal ZA, Senin (5/10/2026) menyambut baik keputusan presiden tersebut.

Menurutnya, tambahan dana Rp10 juta ini sangat realistis dan menjawab keluhan masyarakat selama ini, sehingga warga bisa membangun kembali hunian yang aman, kokoh dan layak huni.

Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran dana Rp70 juta ini akan dikawal ketat oleh tim teknis.

Langkah ini memastikan setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar mewujud menjadi hunian yang aman gempa bagi para korban bencana hidrometeorologi di Aceh.