TNI/Polri Siapkan Pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi di Banda Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net — Polda Aceh bersama TNI dan Pemerintah Aceh mematangkan kesiapan pengamanan pada Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Tahun 2026 yang akan berlangsung di kawasan Taman Sulthanah Safiatuddin area PKA dan Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Kota Banda Aceh, pada 9–11 Oktober 2026.
Kesiapan tersebut menjadi perhatian bersama mengingat kegiatan berskala internasional itu akan dihadiri para ulama, peserta dari berbagai daerah dan negara, serta masyarakat. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo bersama Kasdam Iskandar Muda (IM) Brigjen TNI Dwi Sasongko dan Asisten I Sekda Aceh Syakir di Aula Machdum Sakti Polda Aceh, Kamis (8/10/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Panitia Muzakarah, Ketua Khadam Umat Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, pengamanan kegiatan berskala internasional membutuhkan kesiapan yang matang dan koordinasi yang solid antarinstansi.
“Pengamanan bukan hanya memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada para ulama, peserta dan masyarakat. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah di lapangan,” ujar Kombes Joko usai rapat.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek pengamanan dan dukungan teknis, mulai dari kesiapan personel, pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi kegiatan hingga langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama rangkaian acara berlangsung.
Joko menegaskan, sinergi antarlembaga menjadi salah satu kunci utama dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
Masing-masing unsur akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada peserta dan masyarakat.
“Sinergi menjadi kunci. Setiap unsur memiliki tugas dan peran masing-masing, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan,” jelasnya.
Polda Aceh bersama TNI dan Pemerintah Aceh, lanjut Joko, berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik selama pelaksanaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Ke-II Tahun 2026.
“Harapan kita, seluruh rangkaian Muzakarah Internasional ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung terciptanya suasana yang kondusif bagi seluruh peserta dan masyarakat,” pungkasnya.