Syariah Financial Fair 2026, Momentum Aceh Menarik Investor dan Memperkuat Ekonomi Rakyat

Banda Aceh, Infoaceh.net – Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang investasi di Tanah Rencong.
Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026), menyoroti pentingnya pembiayaan produktif, literasi keuangan, dan kepercayaan investor.
Pembukaan kegiatan dilakukan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, yang membacakan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Hadir Direktur Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Andi Muhammad Yusuf, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga, Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali, Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas, serta CEO BSI Regional Aceh Imsak Ramadhan.
Sejumlah unsur pemerintah, legislatif, LPS, TNI, dan Polri turut menghadiri acara tersebut.
Aceh dinilai memiliki prospek bisnis menjanjikan, terutama di sektor energi, perdagangan, pertanian, dan industri halal. Namun, potensi itu memerlukan iklim investasi yang transparan, kepastian berusaha, serta integritas pengelolaan ekonomi agar mampu menarik investor dari luar daerah.
Peluang di sektor energi, termasuk pengembangan Blok Andaman, turut membuka ruang bagi industri dan usaha pendukung. Namun, investasi berskala besar tidak otomatis menjamin pemerataan manfaat. Keterlibatan pekerja lokal, penyedia barang dan jasa, serta UMKM Aceh perlu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
Kekuatan sektor keuangan Aceh terlihat dari data OJK hingga Mei 2026. Dalam keterangan pada Juli lalu, Daddi menyampaikan total aset perbankan Aceh mencapai Rp65,99 triliun.
Aset Bank Aceh Syariah tercatat Rp32,34 triliun, sedangkan BSI Rp28,28 triliun. Dana pihak ketiga bank umum mencapai Rp49,24 triliun, dengan pembiayaan Rp49,95 triliun.
Sementara itu, catatan pemaparan SYAFIF menyebut pembiayaan UMKM sejak Januari 2026 sekitar Rp1,9 triliun dan keterlibatan 17 mitra UMKM dari berbagai daerah.
Komitmen penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan memperluas akses modal, disertai pendampingan agar usaha kecil dapat berkembang.
Penguatan literasi keuangan dan industri halal juga menjadi perhatian. Catatan kegiatan menyebut tingkat literasi keuangan Aceh sekitar 65 persen serta kuota 275 sertifikasi halal yang diharapkan mendukung daya saing produk lokal.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Aceh menekankan bahwa ekonomi syariah harus memberikan manfaat nyata, termasuk akses pembiayaan UMKM, kemandirian ekonomi pesantren, dan peningkatan pemahaman keuangan generasi muda.
Ia juga menyinggung sembilan penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diterima Aceh.
SYAFIF yang berlangsung 9–11 Oktober 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi. Tantangan selanjutnya ialah memastikan investasi masuk, pembiayaan menjangkau pelaku usaha, dan pertumbuhan industri keuangan dirasakan masyarakat.