PKS Aceh Ingatkan Kader di Sabang: Empat Kursi DPRK Utang kepada Rakyat

Sabang, Infoaceh.net — Empat kursi di DPRK Sabang yang diraih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan sekadar capaian politik, melainkan amanah besar yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.

Pesan tegas itu disampaikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Aceh saat bersilaturahmi dengan pengurus dan kader PKS Kota Sabang, Sabtu (10/10/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi sekaligus mengingatkan seluruh kader agar tidak terlena dengan keberhasilan elektoral pada Pemilu Legislatif 2024.

Dalam kunjungan itu, Ismunandar didampingi Sekretaris DPW PKS Aceh Kasibun Daulay pengurus BKAP Wahyudi dan Wakil Sekretaris II Noor Hidayat. Rombongan disambut Ketua DPD PKS Sabang Muhajir, Ketua MPD PKS Sabang yang juga Pimpinan DPRK Sabang Albina, serta jajaran pengurus dan kader setempat.

Bagi PKS, Sabang memiliki arti strategis. Kepercayaan masyarakat yang mengantarkan partai tersebut meraih empat kursi DPRK Sabang dan menempatkan kadernya di posisi pimpinan dewan merupakan modal politik sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga.

Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar menegaskan, besarnya dukungan masyarakat Sabang harus dijawab dengan pengabdian yang terukur dan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat.

Menurutnya, kepercayaan pemilih bukanlah sesuatu yang bisa dianggap selesai setelah kemenangan diraih. Sebaliknya, mandat tersebut menuntut konsistensi kader dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik melalui lembaga legislatif maupun kerja-kerja pelayanan di tengah masyarakat.

“Empat kursi adalah amanah, bukan sekadar angka kemenangan. Kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata, keberpihakan kepada rakyat, dan pelayanan yang berkelanjutan,” demikian pesan Ismunandar.

Sekretaris DPW PKS Aceh Kasibun Daulay mengingatkan kemenangan elektoral bukanlah garis finis perjuangan politik. Justru, kemenangan merupakan awal dari pembuktian apakah kepercayaan masyarakat benar-benar dapat diterjemahkan menjadi perubahan yang bermanfaat.

Mengutip pesan dan instruksi Presiden PKS, Kasibun menekankan pentingnya memperkuat dua pilar utama perjuangan partai, yakni Kader dan Kaderisasi (K2) serta Pelayanan Publik (P2).

Menurutnya, penguatan kaderisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Struktur partai yang solid dan kader yang terus dibina akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan program-program yang menjawab kebutuhan warga.

“Mandat dan kepercayaan besar yang diberikan oleh masyarakat Sabang—dengan pencapaian empat kursi dan posisi pimpinan di DPRK—adalah sebuah amanah mulia yang harus dibayar lunas,” ungkap Kasibun di hadapan pengurus DPD PKS Sabang.

Ia menegaskan, kepercayaan rakyat tidak boleh berhenti sebagai angka kemenangan di atas kertas. Amanah tersebut harus diwujudkan melalui kerja politik yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat dan memperjuangkan kesejahteraan warga.

“Struktur partai harus terkonsolidasi dengan kuat, kader-kadernya harus terus dibina, agar kehadiran PKS benar-benar dirasakan sebagai solusi dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sabang,” sambungnya.

Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua DPD PKS Sabang Muhajir, Ketua MPD Albina, serta jajaran pengurus dan kader yang hadir.

Pertemuan itu menjadi pengingat bahwa besarnya dukungan masyarakat harus diikuti dengan soliditas organisasi, penguatan kapasitas kader, dan pelayanan publik yang konsisten.

Bagi kader PKS Sabang, kepercayaan yang telah diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipertahankan melalui kerja yang nyata, bukan sekadar janji politik.

Dari Sabang, kota di ujung barat Indonesia, PKS Aceh kembali menegaskan bahwa keberhasilan politik tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.