Banjir Aceh Tamiang Meluas ke 9 Kecamatan, 1.128 Warga Mengungsi

ACEH TAMIANG, Infoaceh.net – Bencana banjir berskala besar melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang sejak Ahad malam (11/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan hulu hingga hilir, disertai angin kencang, memicu luapan debit air Sungai Tamiang.
Kondisi ini diperparah oleh jebolnya tanggul pembatas, membuat air dengan cepat merendam pemukiman warga di dataran rendah.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa (13/10/2026), sebaran banjir kini telah meluas dan merendam 9 kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau dan Kota Kualasimpang.
Ratusan Rumah Terendam dan Tanggul 30 Meter Jebol
Ketinggian air di pemukiman warga dilaporkan sangat bervariasi. Pada sebagian besar wilayah, air menggenang setinggi 30 hingga 50 sentimeter. Namun, kondisi terparah terjadi di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, di mana pemukiman warga terendam banjir hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.
Kerusakan infrastruktur terparah dilaporkan terjadi di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara. Tanggul sungai di desa tersebut jebol sepanjang 30 meter akibat tidak mampu menahan derasnya arus air.
Luapan dari tanggul yang jebol ini langsung menghantam ratusan rumah warga dan menenggelamkan ratusan hektare lahan pertanian siap panen.
Selain pemukiman, banjir juga merendam fasilitas pendidikan yang mengakibatkan aktivitas belajar-mengajar lumpuh, termasuk ratusan santri di beberapa pesantren lokal yang terpaksa diliburkan.
1.128 Warga Mengungsi, Korban Jiwa Nihil
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang melaporkan, sebanyak 1.128 jiwa atau sekitar 350 Kepala Keluarga (KK) telah dievakuasi dan mengungsi.
Warga yang rumahnya terendam parah kini menempati sejumlah posko darurat yang didirikan secara swadaya maupun oleh pemerintah daerah, mulai dari masjid, gedung sekolah yang aman dari banjir, hingga menumpang di rumah kerabat di dataran tinggi. Hingga berita ini diturunkan, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kondisi Terkini dan Imbauan Waspada Tanggul Susulan
Meski genangan air di beberapa kampung di wilayah hulu dilaporkan mulai berangsur surut secara perlahan, situasi di kawasan hilir masih berstatus siaga. Debit air di bantaran Sungai Tamiang terpantau masih sangat tinggi dan berarus deras.
Petugas lapangan juga mendeteksi adanya beberapa titik retakan baru pada tanggul di wilayah Kecamatan Bendahara yang berpotensi memicu luapan air susulan jika hujan kembali turun.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan terus bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan air, mendata kerusakan bangunan, serta menyalurkan bantuan logistik masa panik berupa makanan siap saji dan obat-obatan kepada para pengungsi.
Warga yang berada di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri ke posko terdekat apabila tren ketinggian air kembali meningkat.