Brigjen Mahesa Fitriadi Resmi Jabat Pangdam Iskandar Muda

JAKARTA, Infoaceh.net – Brigjen TNI Mahesa Fitriadi resmi menjabat sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) setelah mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula AH Nasution Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jum’at (16/10/2026).
Mahesa Fitriadi menggantikan Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Sahli Tingkat III Manajemen Bidang Sistem Pertahanan Negara (Sishanneg) Kasad.
Pergantian pimpinan Kodam Iskandar Muda tersebut menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Mahesa Fitriadi merupakan perwira tinggi TNI AD yang memiliki pengalaman panjang dalam penugasan di Aceh, baik di bidang intelijen maupun pembinaan teritorial.
Putra Pidie dengan Pengalaman Panjang di Aceh
Mahesa Fitriadi merupakan putra daerah asal Kota Bakti, Lamlo, Kabupaten Pidie, Aceh. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 itu pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Kodam Iskandar Muda.
Kariernya di Aceh antara lain mencakup jabatan Komandan Detasemen Intelijen (Dandenintel) Kodam IM, Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur, Dandim 0101/BS Banda Aceh, Asisten Teritorial (Aster) Kasdam IM, hingga Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam IM.
Pengalaman tersebut membuat Mahesa tidak asing dengan karakteristik wilayah Aceh serta dinamika sosial masyarakat di provinsi paling barat Indonesia itu.
Sebagai Pangdam IM, ia akan memimpin satuan TNI AD yang memiliki tanggung jawab pembinaan teritorial dan pertahanan wilayah Aceh. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta unsur terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Promosi ini juga menandai peningkatan tanggung jawab Mahesa dalam struktur kepemimpinan TNI AD. Penyesuaian pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI mengikuti ketentuan dan proses administrasi kepangkatan yang berlaku.
Bagian dari Rotasi Strategis TNI AD
Selain pergantian Pangdam Iskandar Muda, sertijab yang dipimpin KSAD Tandyo Budi Revita juga mencakup sejumlah jabatan strategis lainnya di lingkungan TNI AD.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan pemberitaan, rotasi tersebut turut meliputi jabatan Pangdam IV/Diponegoro, Pangdam V/Brawijaya, Pangdam IX/Udayana, dan Pangdam XIII/Merdeka.
Agenda tersebut juga disebut mencakup alih komando dan pengendalian (alih kodal) enam Komando Resor Militer (Korem), sebagai bagian dari penataan organisasi TNI AD seiring perkembangan struktur komando kewilayahan.
Penyesuaian organisasi militer itu ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara serta meningkatkan efektivitas komando dan pengendalian di berbagai wilayah.
Sebelum rangkaian sertijab tersebut, Mabesad juga menggelar acara pelepasan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Dalam rangkaian sertijab, jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) diserahterimakan dari Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa kepada Letjen TNI Tri Budi Utomo. Selain itu jabatan Dankodiklatad juga diserahterimakan dari Letjen TNI Muhammad Hasan kepada Letjen TNI Muhammad Fajar, Pangkostrad dari Letjen TNI Muhammad Fajar kepada Letjen TNI Iwan Setiawan, serta Danpussenif dari Letjen TNI Iwan Setiawan kepada Mayjen TNI Susilo.
Sebagai informasi, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa selanjutnya akan mengemban jabatan Wakil Menteri Pertanian RI, sedangkan Letjen TNI Tri Budi Utomo sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI.
Dengan resminya Mahesa Fitriadi memimpin Kodam Iskandar Muda, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan tugasnya dalam menjaga pertahanan wilayah, memperkuat pembinaan teritorial, serta membangun koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat Aceh.
Pengalaman panjangnya bertugas di Aceh menjadi salah satu latar belakang penting dalam menjalankan amanah baru sebagai Pangdam IM.