Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof Siddiq Armia Dilantik Jadi Deputi Koordinasi HAM

Jakarta, Infoaceh.net — Alumni Dayah Darussadah Pidie yang juga guru besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Siddiq Armia MH PhD resmi dilantik sebagai Deputi Koordinasi HAM pada Kementerian Koordinator bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) RI.
Pelantikan dilakukan oleh Menko Kumham Imipas, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, di aula kementerian tersebut, pada Senin pagi (26/10/2026).
Penetapan Siddiq Armia sebagai Deputi Koordinasi HAM tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 142/TPA Tahun 2026.
“Alhamdulillah, telah selesai pelantikan kami sebagai Deputi Koordinasi HAM pada Menko Kumham Imipas Prof Yusril Ihza Mahendra pagi ini (Senin) di aula Kemenko Kumham Imipas,” ujar Siddiq Armia yang dihubungi media ini via telepon selular.
“Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan,” lanjut akademisi yang dalam dua tahun berturut-turut masuk dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide 2025 dan 2026.
Selain Siddiq, dalam kesempatan yang sama Prof Yusril juga melantik Staf Ahli Menteri.
Sebagai Deputi Koordinasi Hak Asasi Manusia (HAM), Siddiq Armia memiliki tugas antara lain menyelenggarakan sinkronisasi dan koordinasi perumusan, penetapan, serta pelaksanaan kebijakan dan pemantauan di bidang HAM.
Jabatan Deputi Koordinasi HAM adalah eselon I-a, sedikit lebih tinggi dari eselon I-b. Jabatan yang lebih tinggi ini bertujuan agar pejabat tersebut dapat mengoordinasikan pejabat-pejabat eselon I-b di kementerian terkait.
Siddiq Armia: Alumni Dayah yang Mendunia
Muhammad Siddiq Armia dilahirkan di Takengon akhir 1977. Dia adalah cucu dari ulama ulama kharismatik Aceh sekaligus ahli ilmu falak, Abu Muhammad Ali Teupin Raya (pendiri Dayah Darussa’adah Teupin Raya, Pidie).
Siddiq dibesarkan dalam keluarga mapan dan berpendidikan tinggi. Ayahnya adalah Tgk H Muhammad Armia Ali LML MA, alumni Timur Tengah dan dosen Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry.
Siddiq Armia menghabiskan masa remaja di lingkungan Dayah Darussaadah. Sambil mondok, dia melanjutkan pendidikan di MAN I Beureunuen, Pidie.
Pria dikenal ramah ini menyelesaikan S1 di Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry (2000), S2 di Univeritas Indonesia (2004) dan S3 di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris (2016). Disertasi S3 tentang Studi Komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.
Siddiq yang dikenal aktif menulis di berbagai jurnal internasional ini aktif menjadi dosen tamu dan penguji disertasi S3 di berbagai kampus ternama di dalam dan luar negeri, meliputi Jakarta, Banten, Bandung, Inggris, Qatar, Maroko, UEA, Korea Selatan, Filipina, Thailand, Malaysia dan lain-lain.
Pada September 2026 lalu, suami dari Intan Marijani, alumnus S2 dari Malaysia, ini terpilih sebagai akademisi yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah tingkat global bersama akademisi dari 20 negara di dunia di markas PBB Jenewa, selain berkunjung ke gedung Parlemen Inggris.