Transformasi Tanggap Darurat, GM PLN Aceh Raih Nusantara Electrification Award 2026

BANDA ACEH, Infoaceh.net — General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra meraih Nusantara Electrification Award 2026 berkat efektivitas pendekatan komando tunggal dan desentralisasi lapangan dalam mempercepat pemulihan gangguan kelistrikan di Aceh.
Komitmen memperkuat keandalan pasokan listrik dan kecepatan penanganan krisis di Provinsi Aceh tersebut mencatatkan pencapaian signifikan.
Pemulihan gangguan kelistrikan kini dieksekusi melalui pendekatan komando tunggal dan desentralisasi lapangan yang efektif memangkas waktu pemulihan.
Eddi menerapkan aktivasi instan Disaster Recovery Center (DRC) saat terjadi gangguan meluas berskala besar.
Kebijakan ini memungkinkan unit pelaksana untuk memotong rantai birokrasi darurat guna memobilisasi personel dan material ke fasilitas publik vital, didukung sinergi cepat dengan jajaran Forkopimda, Polri, TNI, dan BPBD setempat.
Publik turut mendapatkan pembaruan informasi secara berkala yang diedukasi melalui program LENTERA, sebuah inisiatif komunikasi yang mengedepankan bahasa non-teknis serta menampilkan pendekatan humanis perjuangan petugas di lapangan.
Di luar keandalan infrastruktur kelistrikan, kepemimpinan di PLN UID Aceh juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan creating shared value (CSV).
Hal ini salah satunya diwujudkan melalui pergerakan roda ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ajang TJSL Fest 2026 di Lhokseumawe.
Atas serangkaian inovasi dan rekam jejak dalam membangun arsitektur pemulihan bencana tersebut, Eddi Saputra dinobatkan sebagai kandidat penerima Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 yang digagas Majalah Listrik Indonesia.
Penghargaan dengan predikat “Strategic Distinction in Power Distribution Resilience through Integrated Disaster Recovery Architecture” ini diserahkan pada puncak peringatan Hari Listrik Nasional ke-81, Jumat, 30 Oktober 2026, di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta.
Direktur Distribusi PT PLN Arsyadany G. Akmalaputri, menyambut baik penyelenggaraan penghargaan tersebut.
“Semoga upaya bersama ini turut memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung terwujudnya target elektrifikasi 100 persen di Indonesia. Penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para pemangku kepentingan,” tuturnya.
Ketua Dewan Pakar Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim, menilai apresiasi ini merupakan instrumen penting untuk memacu kinerja pimpinan daerah yang mengawal implementasi elektrifikasi.
“Penghargaan ini penting untuk terus memberikan apresiasi dan semangat kepada para manager agar terus berprestasi pada masa mendatang demi pemerataan listrik di Nusantara,” ujar Herman.