Ekonomi

AKA Sinergi Group Bangun Dua Pabrik Minyak Goreng di Aceh, Investasi Capai Rp500 Miliar

Lhokseumawe, Infoaceh.net – PT AKA Sinergi Group melalui entitas lokalnya, PT AKA Aceh Darussalam, memperkuat jejak investasinya di Aceh dengan memulai tahapan akhir persiapan pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng (refinery).

Proyek yang merupakan bagian dari strategi hilirisasi sawit nasional ini menandai komitmen perusahaan terhadap pembangunan industri berkelanjutan dan kemandirian ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp500 miliar, pabrik yang berlokasi di Blang Naleung Mameh Kecamatan Muara Satu (Kota Lhokseumawe) dan Calang (Kabupaten Aceh Jaya) ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 500 ton per hari.

Proyek ini bukan hanya bertujuan memperkuat struktur industri lokal, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional melalui pasokan minyak goreng domestik.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Komisaris PT AKA Sinergi Group Mayjen TNI (Purn) TA Hafil Fuddin mengatakan, proyek ini telah melalui berbagai tahapan penting sejak awal 2023.

Dia menjelaskan, perusahaan telah membangun komunikasi dengan berbagai kabupaten di Aceh, menggelar FGD nasional di Banda Aceh pada Desember 2024, serta menyelesaikan desain teknis dan infrastruktur dasar kawasan industri.

Groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan berlangsung pada 12–16 Juni 2025 di Lhokseumawe.

“Kami datang ke Aceh dengan keyakinan, bukan sekadar peluang. Keyakinan bahwa tanah ini memiliki masa depan besar jika dikelola dengan sungguh-sungguh dan bermitra dengan masyarakat serta pemerintah,” ujar TA Hafil Fuddin dalam keterangannya, Kamis (30/5).

Ia menambahkan, groundbreaking refinery ini bukan akhir.

“Tapi awal dari perubahan besar yang kami harap bisa dinikmati generasi Aceh ke depan. Kami tidak hanya bicara rencana, tapi kerja konkret,” sebutnya.

Pensiunan jenderal bintang dua asal Aceh itu memaparkan, proses produksi Crude Palm Oil (CPO) menjadi Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) akan dilakukan secara modern. Tahapannya meliputi pengangkutan CPO, proses degumming dengan asam fosfat, bleaching dengan bleaching earth, filtrasi, deodorisasi, hingga fraksinasi menjadi Olein dan Stearin.

Produk utamanya adalah RBDPO, dengan turunan seperti Olein, Stearin, dan PFAD—yang juga dapat dimanfaatkan dalam industri biodiesel dan oleokimia.

TA Hafil Fuddin menekankan pentingnya dukungan dari seluruh pihak. “Kami melihat Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf memiliki komitmen kuat terhadap investasi dan pembangunan industri. Namun, keberhasilan proyek ini memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” terangnya.

Ia menutup dengan pesan motivatif. “Mari kita bangun Aceh dari hulu ke hilir. Dengan kebersamaan, kita wujudkan kemandirian ekonomi Aceh,” ucap mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) tersebut.

image_print
author avatar
M Ichsan
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait