INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Jamaah Haji Aceh Terima Layanan Buruk di Tanah Suci, Ungkap Kondisi Memprihatinkan!

Last updated: Minggu, 8 Juni 2025 02:07 WIB
By Samsuwar
Share
Lama Bacaan 6 Menit
Kondisi memprihatinkan dialami jamaah haji Aceh di Mina, jamaah perempuan dan laki-laki bercampur, yang seharusnya dipisah. (Foto: Ist)
Kondisi memprihatinkan dialami jamaah haji Aceh di Mina, jamaah perempuan dan laki-laki bercampur, yang seharusnya dipisah. (Foto: Ist)
SHARE
  • Lansia Terlantar, Tenda Campur Laki-laki dan Perempuan di Mina

Mekkah, Infoaceh.net — Kondisi pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia khususnya asal Aceh tahun ini menuai sorotan tajam. Sejumlah laporan jamaah dari Tanah Suci menyebutkan bahwa banyak jamaah, terutama yang berusia lanjut, mengalami keterlantaran selama puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Jamaah yang seharusnya mendapatkan layanan khusus karena faktor usia dan kesehatan, justru tampak tidak terurus. Bahkan, skema tanazul (pemulangan lebih awal bagi jamaah sakit atau lansia) dan murur (pengganti wukuf dengan hanya melintas di Arafah) yang selama ini menjadi solusi alternatif dalam manasik haji, disebut tidak dijalankan secara optimal.

Jusuf Kalla Serahkan Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional ke Mualem di Aceh Utara

“Jamaah tua dianggap murur, tapi tidak ada penanganan. Mereka dibiarkan begitu saja, tidak ada yang mengatur atau mendampingi secara resmi. Tanazul pun seolah hanya nama, tidak terlihat implementasinya di lapangan. Akhirnya kami saling bantu sendiri,” ungkap salah seorang jamaah haji Aceh yang menyampaikan kondisi memprihatinkan tersebut kepada Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian, lewat pesan WhatsApp (WA), Sabtu (7/6/2025).

- ADVERTISEMENT -

Situasi ini diperparah oleh ketiadaan koordinasi dari pihak syarikah—perusahaan penyedia layanan haji yang biasanya bekerja sama dengan pemerintah Arab Saudi untuk mengatur logistik, transportasi, dan akomodasi jamaah.

Sejumlah jamaah menyampaikan bahwa tidak terlihat adanya aktivitas syarikah dalam menangani kelompok-kelompok lansia atau jamaah yang membutuhkan bantuan.

- ADVERTISEMENT -
Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

“Sepertinya pemerintah Indonesia belum membayar atau belum menjalin kontrak dengan syarikah secara tuntas. Tidak ada petugas syarikah yang mengurus logistik. Tenda-tenda tidak siap, air dan makanan terlambat, bahkan petugas haji sendiri tampak kebingungan,” ungkap jamaah haji Aceh dalam pesan tertulis yang dikirimkan ke Alfian MaTA.

Salah satu pelanggaran paling serius terjadi saat pergerakan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah. Dalam tata cara haji, mabit (bermalam) di Muzdalifah merupakan salah satu wajib haji.

Namun, berdasarkan kesaksian jamaah, sebagian dari mereka langsung dibawa ke Mina, tanpa singgah di Muzdalifah sama sekali.

Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya

“Ini fatal. Jamaah seharusnya mabit di Muzdalifah meski hanya sebentar. Tapi beberapa bus langsung menuju Mina. Kami tidak tahu apakah ini karena kurangnya bus, atau memang tidak ada pengaturan. Yang jelas, ini bisa berdampak pada keabsahan ibadah mereka,” kata jamaah haji yang tergabung dalam kloter Aceh.

- ADVERTISEMENT -

Kondisi di Mina: Tidak Manusiawi dan Tidak Syar’i

Di Mina, tempat jamaah menjalani ritual lempar jumrah selama tiga hari, kondisi yang dihadapi jamaah Aceh disebut jauh dari layak. Bukan hanya soal minimnya fasilitas dan keterlambatan makanan, tetapi juga penempatan tenda yang mencampurkan jamaah laki-laki dan perempuan dalam satu area, yang secara hukum syariat jelas tidak dibenarkan.

Tenda-tenda yang semestinya terpisah menurut jenis kelamin dan kelompok kloter, tampak tidak tertata.

Banyak jamaah perempuan merasa tidak nyaman dan bahkan takut tidur dalam tenda yang hanya disekat seadanya, berdampingan dengan jamaah laki-laki dari rombongan lain.

“Kami perempuan merasa tidak aman. Tidak ada pengaturan tenda khusus. Seharusnya dipisahkan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal aturan agama,” ujar salah satu jamaah haji perempuan asal Aceh .

Kondisi ini diperburuk dengan minimnya kehadiran petugas lapangan yang bertugas mendampingi jamaah.

Beberapa jamaah bahkan menyebut tidak pernah melihat keberadaan petugas haji Indonesia dalam beberapa momen krusial, seperti saat perpindahan dari Arafah ke Muzdalifah, dan saat kedatangan di Mina.

Koordinasi antar kloter pun nyaris tidak berjalan. Akibatnya, para jamaah yang berusia lanjut dan kurang memahami prosedur menjadi kelompok yang paling rentan mengalami keterlantaran.

Situasi ini memunculkan desakan dari berbagai pihak agar Kementerian Agama Republik Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji tahun ini, khususnya dalam hal pelayanan terhadap jamaah lansia dan kelompok rentan.

Sejumlah pengamat haji juga mendesak DPR RI untuk segera memanggil Menteri Agama dan mengungkap sejauh mana kesiapan teknis, kontrak dengan syarikah Saudi, serta alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi kenyamanan jamaah Indonesia, termasuk dari Aceh.

“Ini bukan hanya soal pelayanan buruk. Ini menyangkut keselamatan jiwa, kehormatan jamaah, dan keabsahan ibadah mereka. Jika pemerintah lalai, maka harus bertanggung jawab,” tegas Alfian

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, para jamaah di Mina masih berjuang menyelesaikan ibadah dalam kondisi terbatas. Solidaritas antar jamaah menjadi satu-satunya kekuatan yang membuat mereka tetap bertahan.

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang berat dan sakral. Setiap tahun, jutaan muslim dari berbagai penjuru dunia bertemu di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Namun ketika manajemen pelaksanaan tidak tertata, maka yang seharusnya menjadi momen suci dan penuh hikmah, justru berubah menjadi pengalaman pahit yang menoreh luka — fisik, batin, dan spiritual.

Kondisi jamaah haji Aceh tahun ini menjadi catatan penting yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah wajib hadir, bukan hanya secara simbolik, tetapi nyata dalam pelayanan.

TAGGED:haji 2025 kacaujamaah haji terlantarjamaah lansia Aceh terlantarKemenag lalaipelanggaran syariat hajipelayanan haji Aceh buruksyarikah tidak hadirtanazul dan murur gagaltenda campur laki-laki perempuan Minautama
Previous Article 8 Keutamaan Membaca Surat As-Saffat: Tolak Godaan Setan hingga Memperlancar Rezeki
Next Article MAKI soal Vonis Ringan Korupsi APD Covid: Hukuman Mati, Hakim Disanksi Vonis Ringan Koruptor APD Covid-19 Cederai Rasa Keadilan, MA Diminta Sanksi Hakim

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan
MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya
Senin, 12 Januari 2026
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Opini
Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah
Selasa, 13 Januari 2026
Aceh
Tanah Amblas Terjadi di Ketol Aceh Tengah, Badan Geologi ESDM Terjunkan Tim Mitigasi
Sabtu, 11 Desember 2021

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik

DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan

Senin, 12 Januari 2026
Aceh

Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Kondisi Memburuk, Aceh Utara Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 15 Hari

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Jumat, 9 Januari 2026
Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?