Hukum

KontraS Aceh: Memorial Rumoh Geudong Tanpa Keadilan Hanya Lukai Korban

Pidie, Infoaceh.net – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menyoroti kaburnya kelanjutan penanganan atas temuan tulang-belulang manusia di kawasan bekas Rumoh Geudong, Pidie.

Temuan tersebut semestinya menjadi bukti penting dalam proses yudisial atas pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Aceh.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, menyebut upaya memorialisasi tanpa diiringi penegakan keadilan hanya akan menjadi simbol kosong yang tidak menyentuh penderitaan korban.

“Memorial Living Park Rumoh Geudong tidak cukup hanya menjadi taman. Ia harus menjadi ruang hidup yang benar-benar menghadirkan kebenaran dan keadilan bagi para penyintas. Jika tidak, ini hanya melukai kembali para korban,” kata Azharul, Jumat (13/6/2025).

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Pernyataan itu disampaikannya terkait rencana Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham-Imipas) yang akan meresmikan Memorial Living Park Rumoh Geudong di Pidie pada 24 Juni 2025 mendatang.

Azharul juga menegaskan bahwa negara harus hadir secara menyeluruh, bukan sekadar secara simbolik dalam proyek Memorial Living Park yang dibangun di bekas lokasi penyiksaan itu.

Ia mendorong agar pengelolaan memorial ini dinaikkan ke level nasional agar menjadi bagian dari pembelajaran sejarah bangsa.

“Ini bukan hanya milik Kabupaten Pidie atau Aceh, tapi milik seluruh rakyat Indonesia. Pengelolaannya harus berada di bawah otoritas nasional agar memiliki dampak nyata dalam mencegah terulangnya pelanggaran HAM berat di masa mendatang,” tegasnya.

KontraS Aceh pun mempertanyakan tidak adanya kejelasan lanjutan dari pemerintah mengenai hasil identifikasi atau proses hukum terhadap temuan tulang-belulang yang ditemukan di lokasi tersebut.

“Temuan tulang itu adalah pintu masuk penting untuk mengungkap kebenaran dan menuntut pertanggungjawaban. Tapi sampai hari ini, negara belum memperlihatkan keseriusan,” ujar Azharul.

KontraS menegaskan bahwa keadilan bagi korban tidak bisa ditunda-tunda, dan memorialisasi yang tidak berpijak pada kebenaran serta proses hukum hanya akan memperparah luka sejarah yang belum pulih.

image_print
author avatar
Hasrul
Peminpin Media Online Infoaceh.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait