INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Ketika Amerika Serang Aceh: Kisah Kelam di Balik Kapal Friendship dan Dendam Kuala Batu

Last updated: Jumat, 11 Juli 2025 02:28 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Ketika Amerika Serang Aceh: Kisah Kelam di Balik Kapal Friendship dan Dendam Kuala Batu
SHARE

Infoaceh.net – Pagi itu, langit Salem, Massachusetts, masih diselimuti kabut musim dingin. Namun Kapten Charles Mosem Endicott, lelaki 38 tahun dengan sorot mata penuh tekad, sudah berdiri di atas geladak Friendship. Bukan untuk berlayar ke Eropa atau Karibia, melainkan menuju sebuah tempat nun jauh di ujung barat Sumatra: Aceh.

Endicott membawa misi penting: membeli lada—komoditas hitam kecil yang membuat bangsa Eropa tergila-gila selama berabad-abad. Aceh kala itu adalah pusat perdagangan rempah dunia. Kapal-kapal Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Denmark ramai bersandar di pelabuhannya. Tapi pelayaran awal 1831 ini bukan sekadar urusan jual beli bagi Endicott.

Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa

Aceh bukan koloni. Ia adalah kerajaan independen. Bahkan menurut Lee Kam Hing dalam The Sultanate of Aceh (1995), Aceh menjalin hubungan resmi dengan Ottoman di Turki dan Kerajaan Inggris. Itu artinya, para pedagang asing tak bisa memperlakukan Aceh semena-mena. Belum lagi, perairannya dikenal rawan pembajakan. Tapi bagi Endicott, semua risiko itu layak diambil demi keuntungan besar.

- ADVERTISEMENT -

Setelah berminggu-minggu mengarungi samudra, Friendship akhirnya tiba di Kuala Batu pada 7 Februari 1831. Endicott dan sebagian kru turun ke darat untuk merundingkan pembelian lada. Namun malapetaka datang saat negosiasi berlangsung. Sekelompok pria bersenjata menyerang kapal. Perwira pertama dan dua awak tewas, yang lain ditawan. Kapal pun direbut.

Farish A. Noor dalam The Battle of Quallah Battoo in 1832 (2014) menulis, serangan itu brutal dan tak terduga. Endicott yang menyadari bahaya segera meminta bantuan kapal asing yang melintas. Bersama mereka, Friendship berhasil direbut kembali—dalam kondisi rusak dan muatan senilai US$50.000 raib.

- ADVERTISEMENT -
Aceh Barat Larang Permainan Domino hingga Turnamen di Gampong

Saat kapal kembali ke Salem pada 20 Juli 1831, kota itu geger. Friendship, yang semula diharapkan membawa rempah-rempah eksotis, malah pulang dalam luka dan aib. Endicott langsung membuat laporan resmi ke pemerintah. Kabar ini pun sampai ke Gedung Putih.

Presiden Andrew Jackson, yang baru menjabat dua tahun, murka. Sebagai mantan jenderal garis keras, Jackson menganggap insiden Kuala Batu sebagai penghinaan. Dalam catatan resmi Angkatan Laut AS, 17 warga AS tewas dan 4 lainnya luka. Tanpa ragu, Jackson memerintahkan serangan balasan.

USS Potomac dikirim dengan 300 marinir bersenjata lengkap. Tujuannya jelas: membalas dan menghukum Kuala Batu. Ini adalah operasi militer pertama Amerika ke Asia, dan satu-satunya serangan langsung AS ke wilayah yang kini bernama Indonesia sejak kemerdekaan AS pada 4 Juli 1776.

Jusuf Kalla Serahkan Bantuan Kemanusiaan PMI Nasional ke Mualem di Aceh Utara

Setahun kemudian, Potomac tiba di Aceh. Tanpa negosiasi, pelabuhan Kuala Batu dihujani meriam. Pasukan marinir mendarat dan meluluhlantakkan kota. Dalam hitungan hari, 450 warga Aceh dilaporkan tewas, sementara korban dari pihak AS hanya dua orang. Dunia mencatatnya sebagai operasi militer sepihak yang kejam dan tidak proporsional.

- ADVERTISEMENT -

Namun kebenaran sesungguhnya baru terungkap jauh setelah itu. Dalam riset Death on an Empire (2011), Robert Booth mengungkap bahwa serangan terhadap Friendship tidak muncul dari kekosongan. Penduduk Aceh saat itu frustrasi terhadap praktik dagang curang pedagang AS sebelumnya. Mereka kerap menipu takaran dan mempermainkan harga. Ketika Friendship datang, itu hanya menjadi titik ledakan dari dendam yang sudah lama mengendap.

Peristiwa itu bukan cuma kisah kolonialisme biasa. Ini adalah kisah tentang keserakahan, perlawanan, dan kekerasan atas nama perdagangan. Serangan AS ke Aceh menandai bagaimana kekuatan besar dunia tak segan mengorbankan nyawa demi lada dan kekayaan. Bagi Aceh, luka itu tak pernah benar-benar sembuh.

TAGGED:Andrew Jackson dan Acehbajak laut Kuala Batukemarahan Presiden AS 1831kisah kelam dagang rempahnasionalperang pertama AS di Asiaperdagangan lada Acehperistiwasejarah Aceh abad 19sejarah kapal Friendshipsejarah serangan Amerika ke AcehUSS Potomac serang Kuala Batuutamawww.infoaceh.net
Previous Article AKP Robby Afrizal dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Aceh Barat. (Foto: Ist) AKP Robby Afrizal Jabat Kasat Reskrim Polres Aceh Barat
Next Article Wakil Ketum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman Habiburokhman Minta Purnawirawan TNI Hentikan Desakan Pemakzulan Gibran

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Selasa, 13 Januari 2026
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Selasa, 13 Januari 2026
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026
Hukum
Kardono Ditunjuk Jadi Kajari Aceh Barat Daya
Selasa, 13 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

Senin, 12 Januari 2026
Tiga calon Rektor USK periode 2026-2031 yakni: Prof Agussabti, Prof Marwan dan Prof Mirza Tabrani. (Foto: Ist)
Pendidikan

MWA Tetapkan Tiga Calon Rektor USK Periode 2026–2031, Ini Namanya

Senin, 12 Januari 2026
Muhammad Hasbar Kuba, Koordinator Kaukus Peduli Aceh sekaligus Konsultan Hukum di DSI Lawfirm.
Politik

DPRK Diam, Publik Desak Sidang Angket Pemakzulan Bupati Aceh Selatan

Senin, 12 Januari 2026
Aceh

Aceh Jadi Posko Induk Nasional Rehabilitasi–Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Koalisi Sipil Nilai Perpanjangan Ketiga Darurat Bencana Aceh Bukti Kegagalan Negara

Minggu, 11 Januari 2026
Aceh

Kondisi Memburuk, Aceh Utara Kembali Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 15 Hari

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Sabtu, 10 Januari 2026
Aceh

26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?