INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Opini

Jalan Bangkitnya Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Last updated: Kamis, 24 Juli 2025 10:46 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto
SHARE

SAYA menyimak pidato itu dari awal sampai akhir. Panjang. Riuh. Kadang emosional, kadang jenaka. Tapi tidak kehilangan arah. Di panggung Desa Bentangan, Klaten, Presiden Prabowo Subianto tidak sedang sekadar meresmikan koperasi. Ia sedang meluncurkan peluru pertama dari meriam besar yang ia sebut: revolusi ekonomi rakyat.

Ini?”kalau saya boleh pinjam istilah yang lebih berani?”adalah deklarasi perang. Perang terhadap kesenjangan. Perang terhadap kerakusan. Perang terhadap ekonomi yang terlalu lama dikendalikan dari atas dan melupakan akar rumput.

Pemerintah memastikan tujuh stimulus ekonomi strategis berlanjut pada 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, menopang UMKM, serta memperluas lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global.
Tak Mau Ekonomi Goyang, Pemerintah Kunci 7 Stimulus Besar hingga 2026

Yang diluncurkan bukan sekadar koperasi, melainkan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Ya, delapan puluh ribu lebih. Angka yang membuat sebagian menteri terlihat ragu, tapi Presiden tampak yakin.

- ADVERTISEMENT -

“Kalau tidak bisa, saya reshuffle,” selorohnya disambut tawa. Tapi dari wajahnya, saya tahu itu bukan sekadar guyon.

Ekonomi dari Bawah, Bukan Basa-Basi

- ADVERTISEMENT -
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa

Presiden tidak bicara dengan istilah-istilah ekonomi makro. Ia tidak membawa slide atau data statistik. Ia bercerita:

Tentang mangga terbaik di Indonesia yang membusuk karena tak ada truk. Tentang pupuk subsidi yang tak pernah sampai ke tangan petani. Tentang beras biasa yang dibungkus ulang dan dijual dengan stempel “premium.”

Tentang penggilingan padi besar yang untung Rp2 triliun per bulan, sementara petani tetap menunggu harga panen yang adil.

UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani MoU dengan Prince of Songkla University (PSU), Thailand, sebagai upaya memperkuat jejaring akademik internasional, Selasa (13/1).
UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Universitas Songkla Thailand

“Kalau mereka tidak patuh, akan saya sita, dan akan saya serahkan kepada koperasi,” katanya.

- ADVERTISEMENT -

Saya terdiam. Sudah lama saya tidak mendengar Presiden Republik Indonesia mengucapkan kata “sita” kepada pengusaha-pengusaha besar. Bahkan mungkin sejak reformasi. Tapi kali ini, bukan hanya diucapkan, tapi disertai dasar hukumnya: Pasal 33 UUD 1945.

Undang-Undang Dasar Sebagai Senjata Pamungkas

Dalam momen yang dramatis, Presiden menyebut Pasal 33 sebagai roh Republik Indonesia. Bahwa cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara atau koperasi rakyat.

“Kalau tidak berani melawan yang menyengsarakan rakyat, untuk apa jadi Presiden?” begitu kira-kira getaran maknanya.

Pasal itu bukan pajangan. Ia dijadikan senjata untuk melawan “vampir-vampir ekonomi” yang selama ini menumpuk keuntungan di atas penderitaan rakyat.

Dari Tekad Jadi Gerakan Nyata: Sistem Logistik Desa Bangkit

Koperasi Merah Putih bukan koperasi papan nama. Di baliknya ada rancangan sistem logistik nasional berbasis desa:

• Gudang desa, agar hasil panen tak busuk saat pasar lesu

• Cold storage, agar ikan dan buah tetap segar

• Kendaraan logistik: truk dan pick-up untuk distribusi

• Gerai sembako, LPG, pupuk

• Apotek rakyat dan layanan super mikrofinansial

• Bahkan, kendaraan antar anak sekolah dan kendaraan jualan ibu-ibu.

Semua ini dibiayai oleh Dana Desa Rp2 miliar per tahun, yang selama ini sering tak jelas bekasnya. Kali ini, katanya, akan diawasi berbasis teknologi digital.

Pesan Moral dan Peringatan Terbuka

Lebih dari sekadar kebijakan, pidato itu sarat pesan moral.

• Kepada elit Politik dan birokrasi: Jangan khianati rakyat dengan menjadi bagian dari sistem yang menindas.

• Kepada para pengusaha besar: Hentikan eksploitasi atas penderitaan rakyat kecil.

• Kepada kepala desa dan pengurus koperasi: Awasi dan kawal. Jangan ulangi era “Ketua Untung Duluan.”

Presiden tidak hanya memberi solusi. Ia mengirimkan peringatan:

“Kalau 100 triliun kerugian itu tidak dikembalikan ke rakyat, kita sita saja penggilingan-penggilingan padi yang brengsek itu.”

Mimpi, atau Jalan Pulang?

Saya tahu, sebagian kita skeptis. Sudah banyak koperasi gagal. Sudah terlalu banyak papan nama proyek tanpa isi. Tapi saya juga tahu, revolusi yang besar sering tak datang dari perencanaan rapi, melainkan dari tekad yang tak bisa dihentikan.

Presiden bahkan menyebut bahwa apa yang sedang dihadapi bangsa ini bukan lagi soal mazhab ekonomi. Bukan kapitalisme. Bukan sosialisme. Tapi sistem baru:

“Serakah-nomik,” katanya?”mengacu pada mereka yang mencari untung tanpa etika, tanpa batas.

Dan sebagai jalan tengah dari semua itu, Presiden menyebut koperasi sebagai bentuk modern dari gotong-royong.

Gotong-royong bukan milik partai. Ia milik bangsa. Ia adalah cara paling Indonesia untuk bangkit.

Catatan Akhir: Apakah Kita Mau Berdaulat?

Hari itu, saya tidak melihat kepala desa sebagai tamu undangan. Saya melihat mereka sebagai panglima ekonomi lokal. Garda terdepan dari perjuangan baru.

Kalau mereka hanya jadi penonton, koperasi ini akan layu sebelum tumbuh. Tapi kalau mereka bangkit, desa tak akan lagi jadi tempat yang ditinggalkan. Ia akan jadi pusat.

Presiden berkata: “Kalau Saudara-saudara di belakang saya, saya berani.”

Bagi saya, itu bukan sekadar retorika. Itu undangan sejarah. Untuk berdiri. Untuk mengawal.

Untuk mengambil kembali hak rakyat dari tangan yang terlalu lama menghisapnya. Mungkin, dari sinilah kedaulatan ekonomi rakyat benar-benar dimulai. Bukan dari bursa saham, bukan dari istana, tapi dari gudang beras di belakang balai desa.

Agus Maksum

(Penggiat Koperasi)

 

TAGGED:nasionalperistiwawww.infoaceh.net
Previous Article Sebuah video viral yang menampilkan aksi mesum sepasang muda-mudi di sekitar Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, akhirnya terbongkar sebagai konten rekayasa alias hoax. Viral Video Stadion Pakansari Jadi Sarang Mesum, Konten Kreator Bakal Dipolisikan
Next Article Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono Pagar Laut di Tangerang, Nelayan Terjepit, Menteri Trenggono Diduga Tutup Mata

Populer

Pendidikan
Prof Mirza Tabrani Dinilai Figur Tepat Pimpin Universitas Syiah Kuala
Rabu, 14 Januari 2026
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rajabul Asra memberikan keterangan pengungkapan kasus sabu dalam konferensi pers, Selasa (13/1). (Foto: Ist)
Hukum
Empat Kali Jadi Kurir, Warga Pidie Akhirnya Ditangkap di Bandara SIM Selundupkan Sabu 1,9 Kg  
Rabu, 14 Januari 2026
Indonesia memasuki tahun 2026 dengan satu ironi besar: narasi dalam kondisi tampak stabil, tetapi sesungguhnya rapuh di tengah krisis kepercayaan. (Foto: Ist)
Opini
Negara “Seolah-olah”: Indonesia di Ambang Krisis Legitimasi
Rabu, 14 Januari 2026
Sekda Aceh, M. Nasir Syamaun, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). (Foto: Ist)
Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Tanah amblas di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol, Aceh Tengah hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan. (Foto: Ist)
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Ratusan personel BPBD dan Damkar Bireuen menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRK Bireuen, Selasa (13/1/2026) terkait tudingan penimbunan bantuan untuk korban banjir bandang. (Foto: Ist)
Umum

Dituding Timbun Bantuan, BPBD dan Damkar Bireuen Geruduk Gedung DPRK

Rabu, 14 Januari 2026
Kondisi kawasan Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. (Foto: Ist)
Ekonomi

198 Destinasi Wisata Aceh Rusak Berat Akibat Banjir-Longsor

Rabu, 14 Januari 2026
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM dan Wakil Bupati Said Fadheil SH.
Aceh

Aceh Barat Larang Permainan Domino hingga Turnamen di Gampong

Rabu, 14 Januari 2026
Pemerintah Aceh kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional
Umum

Pemerintah Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026
General Manager Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa beserta karyawan membersihkan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya dalam aksi bakti sosial yang diinisiasi Serikat Pekera Semen Andalas (SPSA). (Foto: Ist)
Ekonomi

Bantu Pemulihan, Solusi Bangun Andalas Kerahkan Alat Berat Bersihkan Area Terdampak Banjir

Rabu, 14 Januari 2026
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor. 
Pendidikan

Pemerintah Aceh Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascabencana

Rabu, 14 Januari 2026
Suasana Bundaran Simpang Lima Banda Aceh pada malam hari. (Foto: Ist)
Opini

Wajah Aceh di Simpang Lima: Cermin Akhlak Kota Serambi Mekkah

Rabu, 14 Januari 2026
Kardono SH MH ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat Daya (Abdya). (Foto: Ist)
Hukum

Kardono Ditunjuk Jadi Kajari Aceh Barat Daya

Rabu, 14 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?