INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Bendera Bulan Bintang Belum Berkibar, Mualem Minta Masyarakat Aceh Terus Bersabar

Last updated: Kamis, 14 Agustus 2025 05:56 WIB
By M Zairin
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau Mualem meminta masyarakat Aceh tetap bersabar terkait pengibaran bendera Aceh bergambar bulan bintang. (Foto: Ist)
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau Mualem meminta masyarakat Aceh tetap bersabar terkait pengibaran bendera Aceh bergambar bulan bintang. (Foto: Ist)
SHARE

Banda Aceh, Infoaceh.net – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau Mualem, meminta masyarakat Aceh untuk tetap bersabar terkait pengibaran bendera Aceh bergambar bulan bintang.

Menurutnya, saat ini belum memungkinkan untuk mengibarkan bendera tersebut, termasuk pada momentum peringatan 20 tahun perdamaian Aceh yang akan diperingati pada 15 Agustus 2025 mendatang.

Pemerintah Aceh Siapkan 6 Program Percepatan Pemulihan Pascabanjir

Mualem menyampaikan pesan ini di sela-sela wawancara bersama wartawan usai mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Aceh tahun 2025 di Anjong Mon Mata, Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Rabu sore (13/8/2025).

- ADVERTISEMENT -

“Mohon bersabar saja dulu, dan menyendiri. Suatu waktu nanti pasti akan berkibar,” ujar Mualem didampingi Plt. Sekda Aceh Nasir Syamaun dan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dedy Yuswadi.

Mualem dengan nada optimis, menegaskan bahwa pengibaran bendera bulan bintang hanyalah persoalan waktu saja.

- ADVERTISEMENT -
26 Kampung Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Peringatan Dua Dekade Perdamaian Aceh
Pernyataan Mualem muncul menjelang peringatan 20 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia pada 15 Agustus 2005. MoU yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia itu mengakhiri konflik bersenjata berkepanjangan di Aceh yang berlangsung selama hampir tiga dekade.

Bagi sebagian masyarakat Aceh, bendera bulan bintang memiliki makna historis dan emosional yang kuat.

Mereka menganggapnya sebagai simbol perjuangan dan identitas daerah yang diakui melalui Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Selesai Bersih-bersih Lumpur, Warga Aceh Utara Diterjang Banjir Lagi

Namun, pelaksanaannya menemui kendala karena pemerintah pusat menilai desain bendera tersebut terlalu identik dengan simbol GAM, yang oleh sebagian pihak masih diasosiasikan dengan gerakan separatis.

- ADVERTISEMENT -

Sejak Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 disahkan, muncul ketegangan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berulang kali meminta agar desain bendera diubah, namun Pemerintah Aceh tetap bertahan pada bentuk bulan bintang sebagaimana tercantum dalam qanun.

Pada 2013 dan 2014, pengibaran bendera bulan bintang di sejumlah wilayah Aceh sempat memicu penertiban aparat keamanan.

Bahkan, ada sejumlah kasus penurunan bendera oleh pihak kepolisian dan TNI, yang memicu reaksi keras sebagian masyarakat dan mantan kombatan GAM.

Meski demikian, dalam beberapa kesempatan peringatan MoU Helsinki, bendera bulan bintang tetap dikibarkan secara simbolis oleh sebagian kalangan, meski tidak mendapat restu resmi dari pemerintah pusat.

Mualem menekankan agar masyarakat Aceh tidak terbawa emosi atau melakukan tindakan yang dapat memicu ketegangan baru. Ia meminta semua pihak menghormati proses politik dan hukum yang sedang berjalan terkait status bendera Aceh.

“Kita semua ingin yang terbaik untuk Aceh. Jangan terpancing hal-hal yang bisa merugikan perdamaian yang sudah kita jaga selama 20 tahun ini,” ujarnya.

Mualem menambahkan bahwa pengibaran bendera bulan bintang harus dilakukan pada momen yang tepat dan dengan persetujuan semua pihak, agar tidak menimbulkan gesekan baru antara Aceh dan pemerintah pusat.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyampaikan dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti bendera bulan bintang pasti akan berkibar secara resmi di seluruh Aceh.

Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan kali ini harus dilakukan melalui jalur politik dan diplomasi, bukan lagi dengan senjata.

“Kita sudah sepakat damai, jalannya sekarang adalah politik. Jadi bersabar dan menunggu waktu yang tepat,” tegasnya.

Dengan peringatan dua dekade perdamaian yang akan digelar beberapa hari lagi, pesan Mualem menjadi penyejuk di tengah berbagai ekspektasi masyarakat Aceh.

Bagi sebagian kalangan, ini adalah pengingat bahwa perdamaian yang telah diraih harus dijaga, sementara cita-cita pengibaran bendera bulan bintang tetap menjadi bagian dari aspirasi politik Aceh di masa depan.

TAGGED:Bendera Acehbulan bintanggubernur acehMoU Helsinkimualemmuzakir manafpemerintah pusat vs Acehperdamaian Acehpolitik AcehQanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013simbol GAMutama
Previous Article Polda Aceh mengingatkan mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala untuk mewaspadai bahaya aliran sesat Millah Abraham yang kini merebak lagi di Aceh. (Foto: Ilustrasi) Polda Aceh Ingatkan Bahaya Aliran Sesat Millah Abraham
Next Article Dua Anggota Brimob Tewas Diduga Ditembak KKB, Dua Pucuk Senjata dan Amunisi Dibawa Kabur Darah di Jalan Trans Papua, Dua Brimob Gugur Diserang KKB dan Senjata Dirampas

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Warna Baru Demokrasi: Tanpa Interupsi dan 'Mic Mati' Keberadaan jaringan Dasco di Senayan dinilai membawa warna baru dalam proses legislasi.
Politik
Mengenal ‘Kabinda’ dan ‘Adidas’, Jaringan Politik Kuat yang Kendalikan Ritme Undang-Undang di Senayan
Jumat, 2 Januari 2026
Surat Warga
TA Sakti, Penjaga Ingatan Tanah Rencong yang Menghidupkan Kembali Majun Aceh
Jumat, 9 Januari 2026
Ekonomi
BSI Serahkan 90 Unit Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang
Sabtu, 10 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Terkendala Lahan, Korban Banjir di Aceh Sulit Direlokasi 

Jumat, 9 Januari 2026
Pekerja sedang melaksanakan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang di Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pembangunan Huntara Diminta Sediakan Fasilitas Ibadah dan Sarana Bermain Anak

Jumat, 9 Januari 2026
Banjir bandang kembali menerjang Bener Meriah. disertai material kayu gelondongan terjadi di kawasan aliran Sungai Wih Gile, Kampung Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Bandang Kembali Terjang Bener Meriah, Kayu Gelondongan Ikut Terbawa Arus

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Ketiga Kalinya, Status Tanggap Darurat Bencana Aceh Kembali Diperpanjang hingga 22 Januari

Kamis, 8 Januari 2026
Kejari Banda Aceh menerima pelimpahan 6 tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan korupsi pengadaan tempat cuci tangan dan sanitasi pada SMA, SMK serta SLB se-Aceh, Kamis (8/1). (Foto: Ist)
Hukum

6 Tersangka Korupsi Sanitasi Sekolah Diserahkan ke JPU, Satu Anggota Dewan Belum Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana Aceh selama 14 hari terhitung sejak 9 Januari hingga 22 Januari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Kamis, 8 Januari 2026
Umum

KSAD Jenderal Maruli Resmikan Jembatan Bailey Umah Besi Jalan Takengon-Bireuen   

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

Kamis, 8 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?