Olahraga

Dilarang Tampil di Jakarta, Federasi Senam Israel Ajukan Banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga

JAKARTA, INFOACEH.NET — Polemik keikutsertaan atlet Israel di ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta memanas. Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation / IGF) menyatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport / CAS) menyusul keputusan Pemerintah Indonesia melarang atlet mereka tampil dalam kejuaraan yang berlangsung pada 19–25 Oktober mendatang.

Melalui pernyataan yang dikirim lewat email dan dikutip oleh Times of Israel, IGF menyebut keputusan Indonesia menolak penerbitan visa sebagai tindakan yang “keterlaluan dan sangat meresahkan bagi integritas olahraga internasional”.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Federasi tersebut menegaskan telah melayangkan banding ke CAS agar pengadilan tertinggi olahraga itu memberikan izin bagi atlet Israel, termasuk peraih medali emas Olimpiade, Artem Dolgopyat, untuk ikut berkompetisi di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.

Baca Juga:  Dua Atlet Menembak Aceh Berlaga di Asian Games 2026 Perkuat Indonesia

“Kami bermaksud untuk menentang keputusan ini dengan segala cara yang ada,” kata perwakilan Federasi tersebut.

Menpora Tegaskan Komitmen Anti-Normalisasi

Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang dianut.

“Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Prinsip ini akan terus kami junjung,” tegas Erick Thohir.

Baca Juga:  18 Tim Ikut Turnamen Sepak Bola Piala Rektor UIN Ar-Raniry, Pemain Diminta Tutup Aurat

Ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, dengan partisipasi lebih dari 600 atlet dari berbagai negara. Namun, penolakan visa bagi atlet Israel telah menjadi sorotan global dan menimbulkan diskusi serius di dunia olahraga.

Meskipun demikian, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Pemerintah menjunjung tinggi prinsip Politik Luar Negeri Indonesia yang bebas aktif dan pro-kemerdekaan Palestina, sehingga penolakan terhadap atlet Israel adalah konsekuensi dari kebijakan tersebut.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait