INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Umum

Cahaya Kalam dari Ujung Barat Nusantara: Sabang Ingin Jadi Tuan Rumah MTQ Aceh 2027

Last updated: Rabu, 15 Oktober 2025 23:02 WIB
By Andi Armi
Share
Lama Bacaan 9 Menit
Ketua DPRK Sabang Magdalaina dan Ketua BKPRMI Kota Sabang Albina Arrahman, sekaligus Wakil Ketua DPRK Sabang. (Foto: Ist)
SHARE

Sabang, Infoaceh.net — Di ujung barat Indonesia, tempat lautnya biru sebening kaca dan langitnya seolah bersujud pada cakrawala, Sabang menyimpan cerita yang tak sekadar tentang keindahan alam.

Pulau kecil ini, yang menjadi gerbang pertama dan terakhir Republik, kini kembali menjadi buah bibir setelah muncul wacana bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh tahun 2027 akan digelar di sana.

11 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, 15 Titik Lainnya Masih Dikerjakan 

Wacana ini mengalir pelan, tapi dalam, seperti ombak di Pantai Sumur Tiga. Ia bukan ide baru, melainkan cita-cita lama yang telah dua dekade lebih dipendam oleh masyarakat Sabang.

- ADVERTISEMENT -

Sebuah harapan agar suara merdu tilawah Al-Qur’an suatu hari menggema dari perbukitan dan pesisir yang diberkahi ini.
Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, menyuarakan dukungan kuat terhadap wacana ini.

Sebagai perempuan pertama yang memimpin parlemen Sabang dan tokoh dari Partai Aceh, Magdalaina menilai alasan pemilihan Sabang sebagai tuan rumah MTQ Aceh 2027 sangat beralasan.

- ADVERTISEMENT -
Polda Aceh Bangun Perumahan Meutuah Residen untuk Personel

Bukan sekadar karena keindahan alamnya yang memesona, tapi juga karena nilai spiritual yang begitu kental mengalir di setiap jengkal tanahnya.

“Kita diundang ke Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh untuk ikut mempersentasikan kelayakan daerah untuk menjadi tuan rumah 2027 dan DPRK menyatakan mendukung agar MTQ 2027 diselengarakan di Sabang. Kita juga berharap Sabang dapat terpilih karena bukan hanya indah, tapi Sabang juga penuh berkah,” ujarnya Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, Selasa (14/10/2025).

Dengan nada lembut namun berwibawa Magdalaina kembali mengatakan, julukan Keramat Aulia 44 itu bukan sembarang cerita. Konon, di Sabang terdapat 44 ulama yang dikebumikan, dan hingga kini masyarakat masih bisa menemukan makam-makam mereka di berbagai titik pulau.

Monopoli Pengadaan APBK Aceh Selatan, Belasan Paket Proyek Digarap CV yang Sama

Julukan Pulau Keramat 44 Aulia memang telah lama hidup di tengah masyarakat Sabang. Di banyak tempat, dari Jaboi hingga Ujong Kareung. Masyarakat masih merawat makam-makam para ulama yang diyakini sebagai penyebar Islam di masa lalu.

- ADVERTISEMENT -

Mereka bukan hanya penjaga sejarah, tapi juga simbol kekuatan spiritual yang menyatu dengan denyut kehidupan warga Sabang.

“Setiap kali kita mengunjungi makam-makam itu, terasa sekali getaran ruhani di dalamnya. Sabang itu ibarat tanah yang setiap butir pasirnya menyimpan doa. Jadi ketika ada wacana MTQ di sini, saya rasa itu bukan kebetulan tapi bagian dari panggilan sejarah.” Sambung Magdalaina.

Dari Pelabuhan Haji ke Panggung Al-Qur’an

Selain nilai spiritual, Sabang juga memiliki jejak sejarah keagamaan yang kuat. Dahulu, sebelum Indonesia memiliki pelabuhan haji modern, Sabang menjadi pelabuhan terakhir yang disinggahi oleh para jamaah haji asal Nusantara sebelum berlayar ke Tanah Suci.

Kapal-kapal besar bersandar di dermaga tua Teluk Sabang, mengantarkan ratusan jamaah dengan pakaian ihram putih yang berkilau di bawah matahari tropis.

“Sabang pernah menjadi pintu menuju Mekkah bagi umat Islam Indonesia. Bayangkan, dari sini mereka berangkat dengan doa dan harapan. Jadi ketika kini kita ingin menghadirkan MTQ di Sabang, itu seperti melanjutkan kembali napas spiritual yang dulu pernah berdenyut di sini.” ucapnya.

Bagi Magdalaina, MTQ bukan sekadar lomba tilawah, tetapi momentum memperkuat identitas Sabang sebagai kota yang religius, ramah, dan berbudaya.

Ia membayangkan suasana MTQ di tepi laut, di mana lantunan ayat suci bersahut dengan debur ombak harmoni spiritual yang jarang dimiliki daerah lain.

“Sabang memiliki daya tarik yang unik. Alamnya indah, masyarakatnya ramah, dan semangat Islamnya begitu kuat. MTQ akan membawa cahaya baru ke Sabang, memperkuat citra kita bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga destinasi spiritual,” sambungnya.

Lebih dari itu, ia melihat momentum MTQ bisa menjadi penggerak ekonomi baru. “Event besar seperti MTQ akan menghidupkan hotel-hotel, warung, UMKM, hingga pelabuhan. Tapi yang lebih penting, ia akan menghidupkan semangat masyarakat,” kata Magdalaina, yang dikenal tegas namun penuh empati.

Sebagai perempuan Aceh pertama yang menduduki kursi Ketua DPRK Sabang, Magdalaina ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan juga bisa membawa nilai religius dan kebudayaan ke ruang publik.

“Perempuan di Sabang itu kuat. Dan saya ingin kekuatan itu ikut berkontribusi membangun event sebesar MTQ,” ujarnya penuh tekad.

Menyalakan Semangat Qurani dari Generasi Muda

Sementara itu, suara yang tak kalah bersemangat datang dari Albina Arrahman, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Sabang, sekaligus Wakil Ketua DPRK Sabang.

Berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Albina dikenal luas sebagai sosok muda yang religius, cerdas, dan aktif menggerakkan kegiatan keagamaan di kalangan remaja.

“Sabang ingin menjadi tuan rumah MTQ, Ini bukan keinginan sesaat. Ini impian panjang masyarakat yang belum sempat terwujud.” Kata Albina.

Sebagai aktivis masjid sejak muda, Albina melihat MTQ bukan hanya sebagai ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi sebagai gerakan sosial yang menanamkan kembali kecintaan terhadap kitab suci di kalangan generasi muda.

“Anak-anak sekarang lebih banyak disibukkan oleh gawai, media sosial, dan dunia digital. MTQ bisa menjadi momentum untuk membawa mereka kembali mendekat kepada Al-Qur’an, bukan sekadar dibaca, tapi dihayati,” tuturnya lembut.

BKPRMI, organisasi yang ia pimpin, sudah lama menjadi wadah pembinaan qari dan qariah muda di Sabang.

Mereka rutin menggelar pelatihan tilawah, tahfidz, dan lomba-lomba islami antarremaja masjid. Albina yakin, jika Sabang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ 2027, masyarakatnya sudah sangat siap baik secara spiritual maupun organisatoris.

“Sabang itu unik. Kita punya masjid-masjid kecil di tepi laut, anak-anak muda yang aktif, dan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai keislaman dengan kuat. Jadi, MTQ bukan hanya akan sukses secara seremonial, tapi juga bermakna secara spiritual,” katanya.

Cahaya dari Ujung Barat

Bagi Albina, MTQ di Sabang akan menjadi simbol kebangkitan spiritual dari ujung barat Indonesia. “Sabang adalah tempat matahari pertama kali menyapa Nusantara setiap pagi. Dan semoga dari sini pula, cahaya Al-Qur’an menyinari seluruh Aceh,” ujarnya puitis.

Ia membayangkan suasana malam pembukaan MTQ di Sabang: lantunan ayat-ayat suci menggema, diiringi suara ombak yang bersahut lembut. Para kafilah dari seluruh Aceh datang menyeberangi laut, membawa semangat persaudaraan dan cinta Al-Qur’an.

“Itu akan jadi pemandangan yang luar biasa indah sekaligus menggetarkan jiwa,” tambahnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRK, Albina juga melihat MTQ sebagai momentum persatuan lintas partai dan lintas generasi.
“Ini bukan hanya kegiatan keagamaan. Ini tentang kebersamaan. Kita ingin seluruh masyarakat Sabang merasa memiliki momen ini, Karena Al-Qur’an adalah milik semua umat, bukan milik satu kelompok.” tambahnya.

Menunggu Restu, Menyemai Harapan

Kini, baik Magdalaina maupun Albina sama-sama sepakat untuk memperjuangkan agar Pemerintah Aceh memberi kepercayaan kepada Sabang sebagai tuan rumah MTQ 2027.

Koordinasi, pendekatan, dan kesiapan mulai dibicarakan di tingkat daerah. Masyarakat pun mulai menaruh harapan tinggi.

“MTQ ini adalah doa panjang kami,” ucap Magdalaina menutup pembicaraan.

“Dan kami siap menjadikannya kenyataan.”

Sementara Albina menambahkan dengan nada lembut, jika nanti MTQ benar-benar dilaksanakan di Sabang, biarlah suara Al-Qur’an menggema bersama suara laut kita. “Dari ujung barat, kita kirimkan cahaya itu untuk Aceh dan Indonesia.”

Menjelang senja di Pantai Kasih, ombak memecah batu karang dengan lembut, dan dari kejauhan terdengar lantunan anak-anak mengaji di surau kecil. Di sinilah Sabang memeluk harapannya.

Sebuah pulau yang tak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena doa-doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan di atas pasirnya.

Jika kelak MTQ Aceh 2027 benar digelar di Sabang, maka bukan hanya ayat-ayat suci yang akan bergema tetapi juga gema sejarah, iman, dan cinta dari pulau kecil yang telah lama menunggu untuk kembali menyala di bawah cahaya kalam Ilahi.

TAGGED:Albina Arrahman BKPRMI SabangMagdalaina Ketua DPRK SabangMTQ Aceh 2027 di SabangMTQ dan ekonomi SabangPulau 44 Aulia SabangSabang destinasi religiSabang kota religiussejarah Islam di Sabangwacana tuan rumah MTQ Acehwisata spiritual Aceh
Previous Article Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah pada Deklarasi dan Komitmen Bersama Penanggulangan Narkoba di Kampung Bebas dari Narkoba, Desa Rima Jeuneu, Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (15/10). (Foto: Ist) Polda Aceh Bentuk dan Bina 94 Kampung Bebas dari Narkoba di Seluruh Kabupaten/Kota
Next Article Pencanangan Gerakan Menanam Bawang untuk pengendalian inflasi digelar di halaman Kantor DP2KP Banda Aceh, Rabu (15/10). (Foto: Ist) Inflasi Naik, TPID Banda Aceh Canangkan Gerakan Menanam Bawang

Populer

Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Surat Warga
Kebun Pala Warga Alue Keutapang Pidie Jaya Mati Total Akibat Banjir Bandang
Senin, 12 Januari 2026
Pendidikan
Meski Jadi Korban, Semangat Juang Guru di Lokasi Bencana Aceh Tak Pernah Padam
Senin, 12 Januari 2026
Olahraga
Persiraja Bungkam Persikad Depok 1-0, Gol Connor Flynn Jadi Penentu
Senin, 12 Januari 2026
Politik
Sewa Beko Mahal, Warga Aceh dan Kader PDIP Minta Megawati Kirim Alat Berat dan Sekop Bersihkan Lumpur  
Senin, 12 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Umum

Balai Pengajian Dayah Thalibul Huda di Aceh Besar Terbakar

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

Ditlantas Polda Aceh Umumkan Persyaratan Urus STNK Hilang-Rusak Akibat Bencana

Sabtu, 10 Januari 2026
Umum

500 Ton Beras dan Bantuan Logistik PMI Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Kapolres Pidie Jaya Serahkan Ekskavator Percepat Pembersihan Lumpur

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Huntara Mulai Dibangun di Aceh Timur, Target 10 Hari Siap

Jumat, 9 Januari 2026
Umum

Gas Muncul di Tanah Bekas Banjir Nagan Raya, BPMA: Aman Selama Tidak Ada Pembakaran  

Jumat, 9 Januari 2026
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan jembatan permanen untuk menggantikan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Bireuen, akan dimulai bulan Januari 2026. (Foto: Ist)
Umum

Bulan Ini, Kementerian PU Bangun Jembatan Permanen Krueng Tingkeum di Kutablang Bireuen

Jumat, 9 Januari 2026
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mujiburrahman dan Ketua Yayasan Tarara Global Humanity Muhammad Haykal menandatangani MoU pembangunan fasilitas air siap minum berbasis wakaf, Rabu (7/1). (Foto: Ist)
Umum

Yayasan Turki Bangun Fasilitas Air Siap Minum Wakaf di Kampus UIN Ar-Raniry

Jumat, 9 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?