Nasional

Whoosh Dinilai Proyek Gagal: Analis UNJ Sebut Kereta Cepat Merugi Rp5,7 Triliun dalam Setahun Lebih

Jakarta, Infoaceh.net— Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan tajam setelah dinilai tidak efisien dan berpotensi menjadi kerugian permanen bagi negara.

Analis Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah mencatat kerugian kumulatif yang signifikan.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

“Pembangunan dari awal sebetulnya tidak memenuhi syarat bahwa ini dijalankan dengan prinsip good governance,” kata Ubedilah dalam dialog Rakyat Bersuara di iNews, dikutip Rabu (22/10/2025).

Ubedilah membeberkan angka kerugian KCJB Whoosh sejak mulai beroperasi pada akhir 2023, yang totalnya telah mencapai sekitar Rp5,7 triliun dalam setahun lebih operasi:

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional
  • Tahun 2024: Kerugian tercatat mencapai Rp4,1 triliun.
  • Semester I 2025: Kerugian kembali dicatat sebesar Rp1,6 triliun.

“Ternyata dalam satu tahun sudah mengalami kerugian Rp4,1 triliun… Sekarang semester 1, sudah rugi Rp1,6 triliun,” jelas Ubedillah.

Ia menegaskan, temuan ini memperkuat pandangan bahwa Whoosh adalah “proyek rugi” yang pada akhirnya akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

image_print

Apa Reaksimu?

Artikel Terkait