JAKARTA, Infoaceh.net — Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menggerakkan seluruh simpul organisasi paguyuban Aceh di perantauan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, agar menggalang donasi bersama untuk membantu korban bencana banjir, tanah longsor, dan gempa bumi di Aceh.
Hal ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada kampung halaman.
Taman Iskandar Muda (TIM) yang merupakan induk organisasi paguyuban Aceh sudah menginstruksikan kepada seluruh cabang, organisasi lokal, dan organisasi sektoral di bawah naungannya untuk membuka rekening donasi bagi korban bencana di Aceh.
Ketua Umum PPTIM Muslim Armas mengatakan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan seluruh jaringan komunitas masyarakat Aceh di perantauan, baik yang ada di dalam maupun luar negeri untuk terlibat dalam aksi solidaritas peduli Aceh.
“Taman Iskandar Muda mengimbau kepada warga Aceh di perantauan, baik yang di dalam maupun luar negeri, untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah banjir, longsor, dan gempa di Aceh,” kata Muslim Armas di Wisma TIM, Jalan Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 November 2025.
PPTIM sudah menggelar rapat bersama dengan para pemimpin cabang, organisasi lokal, dan sektoral se-Jabodetabek pada Jumat 28 November 2025 malam, menyatukan langkah dalam aksi peduli bencana Aceh. TIM akan menggerakkan jaringannya untuk memetakan daerah-daerah yang paling mendesak butuh bantuan dan kemudian akan segera menyalurkan langsung donasi yang terkumpul ke Aceh.
“Kepada organisasi lokal, sektoral, maupun cabang di bawah naungan Taman Iskandar Muda, dimohon segera melakukan penggalangan dana agar dapat segera kita salurkan bersama kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Muslim.
Sambil melakukan penggalangan dana, kata Muslim, PPTIM berkomitmen menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta dahulu per kabupaten/kota yang terkena dampak bencana di Aceh.
Bantuan akan dikirim dalam bentuk barang kebutuhan mendesak.
Selain menggalang dana, PPTIM juga meminta pemerintah mempercepat membuka akses daerah terisolasi untuk menyelamatkan rakyat yang terdampak banjir dan longsor di Aceh.
“Kami meminta secepatnya pemerintah pusat turun tangan menyelamatkan rakyat yang terisolasi akibat musibah banjir dan longsor,” katanya.
PPTIM mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan status banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.
“Mendesak pemerintah menetapkan bencana nasional karena banjir dan longsor ini sangat luas cakupan bencananya, lebih luas dari Pulau Jawa, dan korbannya sudah ratusan jiwa,” kata Muslim.



