Langsa, Infoaceh.net — Kapal Patroli BC 30001 yang sejak pagi melakukan operasi Ship-to-Ship (STS) dengan KRI Sutedi Senoputro 378, akhirnya resmi sandar di Pelabuhan Langsa pada Ahad (30/11) pukul 10.30 WIB. Kapal tersebut tiba membawa bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir di Kota Langsa dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Bantuan yang diterima melalui proses STS tersebut—terdiri dari 2.000 dus mi instan dan 1.000 papan telur ayam—dikordinir langsung oleh Wali Kota Langsa dan jajaran Pemerintah Kota.
Setibanya di darat, seluruh bantuan akan segera disalurkan oleh Pemko Langsa kepada para korban yang terdampak bencana untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menyampaikan bahwa Bea Cukai memastikan seluruh proses pemindahan bantuan berjalan aman dan lancar.
“Kami memastikan bantuan ini segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Bea Cukai bersama berbagai pihak terus bekerja keras mempercepat pemulihan di Langsa dan sekitarnya,” ujarnya.
Kehadiran BC 30001 di Pelabuhan Langsa menambah kekuatan logistik yang mulai masuk dari berbagai jalur, dan diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik-titik terdampak.
Upaya penyaluran bantuan melalui jalur laut juga diperkuat dengan diberangkatkannya Kapal Patroli BC 60001 dari Tanjung Balai Karimun menuju Langsa, Aceh, pada Sabtu malam (29/11) pukul 19.15 WIB. Kapal tersebut membawa bantuan logistik yang dihimpun dari seluruh pegawai Kementerian Keuangan sebagai bentuk solidaritas untuk korban banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Aceh.
Kapal BC 60001 tiba di Langsa pada pukul 08.00 WIB setelah menempuh perjalanan sekitar 30 jam. Rute laut dipilih karena akses darat dari Medan ke Langsa hingga kini masih terputus akibat banjir dan longsor, sehingga jalur laut menjadi satu-satunya alternatif yang dapat memastikan bantuan sampai tepat waktu.
Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Biier Budy Kismulyanto, menjelaskan keberangkatan kapal ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Kepulauan Riau.
“Kapal BC 60001 membawa berbagai logistik yang sangat dibutuhkan masyarakat, mulai dari bahan makanan, air minum, LPG, hingga perlengkapan darurat. Seluruh bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pegawai Kementerian Keuangan untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak,” ujarnya.
BC 60001 merupakan salah satu kapal patroli Bea dan Cukai paling canggih, dengan panjang keseluruhan 60 meter dan lebar 8,5 meter. Kapal ini dirancang untuk menjangkau wilayah yang sulit dan beroperasi dalam kondisi laut yang menantang, sehingga sangat ideal untuk misi kemanusiaan di tengah bencana.
Di dalamnya, kapal dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai seperti ruang makan, dapur operasional, serta kamar tidur yang nyaman bagi awak dan tim bantuan. Fasilitas navigasi modern di anjungan—termasuk radar—memungkinkan kapal memantau kondisi cuaca dan rute pelayaran secara akurat.
Sebagai kapal patroli berkapasitas tinggi, BC 60001 juga didukung perlengkapan operasi penegakan hukum seperti meriam air, helipad untuk helikopter kecil, dan perahu karet sea rider yang dapat digunakan untuk evakuasi cepat atau distribusi bantuan ke lokasi-lokasi yang terisolasi.
Dengan berlayarnya BC 60001 malam ini, Bea Cukai Aceh berharap bantuan yang dibawa dapat segera menjangkau masyarakat terdampak yang masih kekurangan akses logistik.
Pengiriman ini menegaskan komitmen Bea Cukai dan Kementerian Keuangan untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat Aceh melewati masa-masa yang penuh tantangan.



