Umum

Sekolah Rusak Diterjang Banjir, BNPB Siapkan Tenda Sekolah Darurat Mulai 5 Januari

Banda Aceh, Infoaceh.net — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar bagi pelajar yang sekolahnya rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pembelajaran darurat tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (5/1/2026).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pembersihan fasilitas pendidikan masih terus dilakukan oleh aparat gabungan di sekolah umum maupun madrasah.

Menurutnya, sejumlah sekolah ditargetkan sudah bersih dan layak digunakan pada Senin mendatang.

Namun, bagi sekolah yang proses pembersihannya belum rampung, BNPB akan mengoptimalkan penggunaan tenda sebagai ruang belajar sementara.

Baca Juga:  Mutasi Besar di Polres Aceh Timur, 19 Pejabat Diganti

“Namun mungkin masih ada beberapa sekolah yang masih dalam tahap pembersihan. Untuk sementara waktu, kami akan mengoptimalkan tenda-tenda darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2026).

Sementara itu, BNPB melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra kembali bertambah. Hingga Sabtu, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.167 orang.

“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Sehingga per 3 Januari 2026 total korban meninggal dunia menjadi 1.167 orang,” ujar Abdul Muhari.
BNPB juga mencatat hingga saat ini masih terdapat 165 orang yang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Illiza Kecam Bullying dan Pengeroyokan Siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh

Di sisi lain, jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir. Data BNPB mencatat jumlah pengungsi saat ini sebanyak 257.780 jiwa.

“Penurunan ini menunjukkan progres pembersihan kawasan yang semakin intensif. Aparat gabungan bersama masyarakat dan relawan mulai membersihkan kawasan permukiman, khususnya rumah-rumah yang terdampak sedang hingga ringan,” jelasnya.

Abdul Muhari menambahkan, warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian umumnya merupakan masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut akibat banjir dan longsor.

“Pendataan akan terus diperbarui untuk kebutuhan hunian sementara, Dana Tunggu Hunian (DTH), maupun rekapitulasi hunian tetap,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait