INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

40 Hari Pascabanjir di Aceh Tengah, 30 Desa Masih Terisolir 

Alfian
Last updated: Senin, 5 Januari 2026 14:43 WIB
By Alfian
Share
Lama Bacaan 4 Menit
Mobilisasi ekonomi masyarakat di sejumlah desa terisolir di Kabupaten Aceh Tengah saat ini hanya bergantung pada sling manual swadaya masyarakat menggunakan kabel listrik PLN dan sangat tidak aman serta berbahaya untuk menyeberangi sungai berarus deras dan berbatu. (Foto: Ist)
Mobilisasi ekonomi masyarakat di sejumlah desa terisolir di Kabupaten Aceh Tengah saat ini hanya bergantung pada sling manual swadaya masyarakat menggunakan kabel listrik PLN dan sangat tidak aman serta berbahaya untuk menyeberangi sungai berarus deras dan berbatu. (Foto: Ist)
SHARE

ACEH TENGAH, Infoaceh.net — Empat puluh hari pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 26 November 2025, sebanyak 30 desa masih terisolasi hingga 4 Januari 2026.

Warga di sejumlah wilayah terpaksa berjalan kaki menembus medan berat untuk mengakses desa tetangga dan pusat pelayanan dasar.

Sejumlah Kecamatan di Aceh Timur dan Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengungkapkan dari puluhan desa tersebut, tiga desa masih sangat sulit dijangkau kendaraan, yakni Desa Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel di Kecamatan Bintang.

- ADVERTISEMENT -

Menurut Haili, keterisolasian puluhan desa tersebut disebabkan kerusakan parah akses jalan darat dan jembatan akibat bencana banjir bandang dan longsor.

Sejumlah jembatan putus dan hanya digantikan dengan sling manual swadaya masyarakat, yang dinilai sangat berbahaya.

- ADVERTISEMENT -
Pemerintah Aceh Usulkan Rp146 Miliar ke BNPB untuk Bersihkan Wilayah Bencana

“Jembatan putus ini hanya diganti sling menggunakan kabel seadanya. Itu jelas belum profesional dan sangat berisiko. Tapi bagi masyarakat, yang penting mereka bisa hidup dan beraktivitas,” katanya.

Sling-sling darurat tersebut kini menjadi satu-satunya akses warga untuk mengangkut hasil pertanian.

Komoditas unggulan seperti cabai, durian, kopi, hingga beras harus dipanggul dan diseberangkan menggunakan sling di atas sungai berarus deras dan berbatu.

1.000 Rumah Hunian Tetap Mulai Dibangun untuk Korban Banjir di Bireuen

“Setiap hari mereka mengangkut hasil panen dengan cara itu. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” tambahnya.

- ADVERTISEMENT -

Nyawa Ekonomi Bertumpu pada Sling Sungai

Kondisi darurat tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah saat meninjau pengungsian warga Kampung Bintang Pepara di SMP Negeri 32 Ketol, Sabtu (3/1/2026).

Dalam kunjungan itu, Haili Yoga bahkan menyeberangi sungai menggunakan sling untuk merasakan langsung kesulitan masyarakat.

“Ada enam titik sling yang digunakan masyarakat saat ini. Semuanya tidak layak dan masih manual. Ini butuh perlakuan khusus dan harus segera ditangani,” tegasnya.

Sling tersebut menjadi urat nadi kehidupan bagi warga dari sejumlah desa seperti Kekuyang, Burlah, Bintang Pepara, dan Buge Ara, setelah badan jalan dan jembatan utama longsor diterjang banjir bandang.

“Semua hasil bumi lewat sini. Bahkan bantuan logistik juga harus diseberangkan dengan sling. Memang ada bantuan helikopter, tapi kalau akses darat bisa diperkuat, tentu jauh lebih baik,” ujarnya.

Gunawan, warga Desa Kekuyang yang sehari-hari bertugas menarik sling, mengaku kondisi alat yang digunakan sangat rawan.

“Kabelnya kecil dan cepat rusak. Kadang seminggu sudah putus. Tadi juga sempat ada yang jatuh,” ungkapnya.

Minta Perlakuan Khusus dari Pemerintah Pusat

Bupati Aceh Tengah menegaskan bahwa persoalan keterisolasian desa dan kondisi sling darurat telah disampaikan langsung kepada Presiden dan para menteri terkait.

Ia meminta adanya perlakuan khusus bagi Aceh Tengah mengingat pembangunan jembatan permanen membutuhkan waktu lama.

“Kami mohon solusi cepat, minimal jembatan gantung standar keselamatan tinggi. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi keselamatan dan kemanusiaan,” tegas Haili Yoga.

Ia juga mengungkapkan Kecamatan Rusip menjadi wilayah paling ekstrem untuk diakses, sehingga sebagian besar warganya meminta direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap dukungan penuh pemerintah pusat agar akses penyeberangan sementara yang aman segera direalisasikan, sehingga roda ekonomi masyarakat tetap berjalan dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan sembari menunggu pemulihan infrastruktur permanen.

Previous Article Kejati Aceh didesak usut tuntas pencairan anggaran 100 persen pada proyek Lanjutan I Pembangunan Gedung Tapaktuan Sport Center (TSC) yang hingga berakhirnya masa kontrak belum selesai secara fisik, namun dananya telah dicairkan penuh melalui SP2D. (Foto: Ist) Dibayar Lunas Sebelum Pekerjaan Rampung, Kejati Aceh Didesak Usut Proyek Tapaktuan Sport Center
Next Article Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh Utara bertambah menjadi 229 orang. (Foto: Ist) 13 Jenazah Ditemukan di Tumpukan Kayu, Korban Jiwa Banjir Aceh Utara Jadi 229 Orang
Tidak ada komentar

Beri KomentarBatalkan balasan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Umum
Viral Link Video Syakirah Versi Terbaru Berdurasi 16 Menit Beredar di X dan TikTok
Rabu, 28 Mei 2025
Ekonomi
IKM DPMPTSP Aceh Raih Nilai 96,03, Kategori Sangat Baik
Kamis, 8 Januari 2026
Nasional
Kemendagri Minta Pemerintah Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana
Kamis, 8 Januari 2026
Direktorat Tipidter Bareskrim Polri turun ke Aceh Tamiang untuk menyelidiki dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diduga menjadi pemicu banjir bandang disertai kayu gelondongan di wilayah itu. (Foto: Dok. Bareskrim Polri)
Nasional
Bareskrim Polri Turun ke Aceh Tamiang, Usut Kayu Gelondongan dan Penyebab Banjir Bandang  
Selasa, 6 Januari 2026

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Aceh

Bener Meriah Tetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana Selama 90 Hari

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Gaji ASN Belum Dibayar Akibat Kelalaian Pemkab Aceh Utara

Kamis, 8 Januari 2026
Aceh

Fenomena Langka: Warga Nagan Raya Temukan Gas Menyala dari Dalam Tanah Bekas Banjir  

Rabu, 7 Januari 2026
Aceh

Daftar Desa dan Dusun di Aceh yang Hilang Diterjang Banjir di Tujuh Kabupaten

Rabu, 7 Januari 2026
Pemkab Aceh Utara menetapkan status Transisi Darurat menuju Pemulihan pascabencana banjir selama satu bulan, terhitung 6 Januari hingga 5 Februari 2026. (Foto: Ist)
Aceh

Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh Utara Berakhir, Pemkab Tetapkan Status Transisi Selama Satu Bulan

Selasa, 6 Januari 2026
Pemerintah Aceh meminta Kemensos segera menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh. (Foto: Ist)
Aceh

Pemerintah Aceh Minta Bantuan Jaminan Hidup Rp450 Ribu per Bulan Segera Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.
Aceh

Evaluasi Mendagri Turun, APBA 2026 Segera Ditindaklanjuti Pemerintah Aceh

Selasa, 6 Januari 2026
Banjir susulan kembali memutus akses alternatif menuju Kampung Gemboyah, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. (Foto: Ist)
Aceh

Banjir Susulan Kembali Putus Akses 4 Kampung di Aceh Tengah

Senin, 5 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?