Surat Warga

Lebih Sebulan Mengungsi, Warga Ketol Aceh Tengah Jadi Buruh Harian Demi Bertahan Hidup Usai Bencana

Takengon, Infoaceh.net — Lebih dari sebulan pascabencana banjir bandang dan longsor, kehidupan warga Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, masih jauh dari kata pulih.

Mengungsi di SMP Negeri 32 Takengon sejak 27 November lalu, puluhan keluarga berjuang bertahan di tengah keterbatasan, tanpa menggantungkan sepenuhnya harapan pada bantuan.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Di antara para pengungsi itu, Sri Murni tak kuasa menahan air mata saat mengingat hari bencana yang memaksanya meninggalkan rumah dan kampung halaman.

“Kalau teringat kejadian itu, masih menangis. Sedih sekali, Pak. Sudah tak sanggup diceritakan,” ujarnya lirih, Sabtu (3/1/2026).

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Akses jalan yang terputus membuat distribusi bantuan sering terhambat. Logistik pangan hanya bisa masuk melalui jalur udara, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Dalam kondisi itulah, Sri Murni dan warga lainnya memilih bekerja sebagai buruh harian demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Setiap hari, ia memetik cabai di perbukitan dengan upah sekitar Rp50 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli makanan bagi anak-anaknya.

“Alhamdulillah, meski sedikit, bisa untuk makan,” tuturnya.

Namun, kebutuhan mendesak warga bukan hanya pangan. Tempat tinggal menjadi persoalan utama.

Aktivitas sekolah yang akan kembali normal membuat para pengungsi berharap segera dipindahkan dari lokasi pengungsian.

“Kami ingin cepat pindah. Rumah gubuk pun tak apa, asal aman. Kampung lama sudah tidak layak, kami takut kembali,” katanya.

Reje Kampung Bintang Pepara, Misran SH menyebutkan saat ini terdapat 99 kepala keluarga dengan total 360 jiwa yang masih mengungsi.

Persediaan logistik pangan diperkirakan hanya cukup untuk empat hingga lima hari ke depan. Air bersih dan listrik juga masih menjadi kendala serius.

“Listrik belum normal, masih pakai genset bantuan. Ekonomi warga berat, rata-rata hanya dapat Rp50 ribu per hari dari pekerjaan serabutan,” jelas Misran.

Menjelang bulan suci Ramadhan, warga berharap hunian sementara segera dibangun. Bahkan, masyarakat telah sepakat direlokasi ke lokasi yang lebih aman demi keselamatan jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah meninjau lokasi calon hunian sementara di Kampung Jalan Tengah, Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Ketol.

Bupati bersama tim memastikan percepatan pembangunan hunian sementara agar warga tidak terlalu lama hidup di pengungsian.

Kisah warga Bintang Pepara menjadi potret keteguhan para korban bencana: terluka oleh alam, terhimpit keadaan, namun tetap menjaga martabat dengan bekerja dan berharap pada masa depan yang lebih aman.

image_print
author avatar
Mhd Saman
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Infoaceh.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait